Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lockdown India (indiatoday.in)
Dream - Nasib tragis menimpa pria 32 tahun di Bengal Barat, India. Dia meninggall dunia setelah dipukuli oleh polisi saat keluar rumah untuk membeli susu ketika negara itu memberlakukan lockdown untuk menekan penularan virus corona, Covid-19.
Keluarganya tidak terima dan menuding kepolisian telah memukul pria, yang diketahui bernama Howrah, itu. Padahal Howrah terpaksa keluar rumah karena susu di rumahnya habis.
Tetapi, kepolisian membantah tudingan tersebut. Menurut laman India Today, polisi menyatakan Howrah meninggal akibat penyakit jantung.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Bengali Channel, keluarga mengatakan bahwa Howrah hanya keluar rumah untuk sekedar membeli susu. Istrinya menduga Howrah bertemu polisi Latchicharge yang sedang patroli untuk membubarkan orang-orang yang berkumpul.
Howrah kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat. Sayanynya, nyawanya tidak tertolong.
Di Bengal Barat, tercatat ada 10 kasus virus corona terkonfirmasi dan 1 pasien meninggal. Pria paruh baya berumur 66 tahun positif terinfeksi virus corona dan menjadi kasus ke-10 di sana.
Pria tersebut tidak memeliki riwayat bepergian keluar negeri atau keluar dari wilayahnya. Diketahui, ia pernah menghadiri pernikahan di Midnapore dan kemungkinan besar telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus corona.
Pria tersebut sedang berada di isolasi rumah sakit. Sedangkan keluarganya melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan polisi.
Kepala Menteri Bengal Barat Mamata Banerjee telah memberikan pernyataan terkait lockdown atau penutupan total sejak senin hingga 31 Maret 2020.
Laporan: Razdkanya Ramadhanty
Dream – Sejumlah negara memutuskan melakuk lockdown untuk membendung penyebaran virus corona, Covid-19. Namun kebijakan itu berdampak macetnya roda perekonomian. Sejumlah orang jadi pengangguran karena tempat kerjanya tutup.
Seperti terjadi di India. Seorang lelaki 39 tahun, yang bekerja sebagai buruh restoran di ibukota India harus pulang kampung. Dia mudik karena tak lagi punya penghasilan di kota.
Tragisnya, pria bernama Ranveer Singh itu tewas di tengah jalan, saat menuju kampung halaman. Dilansir laman Times Of India, ayah tiga anak itu mudik tanpa kendaraan. Dia harus berjalan kaki sejauh 200 kilometer.
Lockdown yang dilakukan pemerintah India memang membuat operasional transportasi umum dihentikan. Meski demikian, Ranveer dan kedua rekannya memaksa mudik ke kampung halaman dengan berjalan kaki.
Selain itu, pemerintah India juga menginstruksikan kepada para pemilik toko, kantor, bahkan restoran, untuk tutup sementara waktu. Jadilah Ranveer dan kedua temannya sempat dikabarkan kelaparan di perjalanan.
Kepala Kepolisian Distrik Agra, Arvind Kumar, mengatakan, restoran di daerah Tughlakabad di New Delhi tempat Ranveer bekerja telah ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menurut keterangan polisi, Ranveer ambruk di dekat Kailash Jalan Raya Nasional-2, pemilik toko perangkat keras di daerah itu sempat mendatanginya dan menawarkan teh.
“ Dia membaringkan korban di karpet dan sempat menawarkan teh serta biskuit,” ujar Arvind Kumar.
Ranveer mengeluh dadanya nyeri. Dia sempat menelepon saudara iparnya, Arvin Singh, untuk mengabarkan kondisi kesehatannya. “ Namun, sekitar pukul 06.30 malam, korban meninggal dan polisi setempat diberitahu,” tambah Arvind Kumar.
Ranveer, kata Arvind Kumar, sebelumnya berangkat ke desa asalnya dengan berjalan kaki. Kemungkinan kelelahan setelah berjalan 200 kilometer yang memicu nyeri pada dadanya.
Namun sebelum kematiannya, Ranveer telah bercerita bahwa untuk jarak tertentu dia sempat naik sebuah truk. Akan tetapi, kematiannya adalah hal yang disayangkan.
Polisi mengevakuasi jenazah Ranveer untuk autopsi. Hasil autopsi mengungkapkan bahwa kematian Ranveer karena serangan jantung akibat kelelahan usai perjalanan yang sangat jauh.
Laman Times Of India mengutip saudara Ranveer, Sonu Singh, mengatakan bahwa perjalanan ketiga orang itu dilakukan sejak tiga hari sebelumnya. Ia merupakan orang miskin dan memiliki tiga anak di kampung halaman. Setelah kepergian saudaranya, Sonu merasa kasihan kepada ketiga anak Ranveer.
Perlu diketahui, kematian Ranveer ini merupakan kasus pertama di antara puluhan ribu buruh yang memaksa mudik setelah kehilangan pekerjaan di Ibu Kota akibat kebijakan lockdown oleh pemerintah India.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya