Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Guru Amerika Terpukau Tabuhan Rebana Murid Madrasah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 Juli 2017 10:02
Guru Amerika Terpukau Tabuhan Rebana Murid Madrasah
MAN 4 Jakarta mendapat tamu rombongan guru Amerika Serikat yang mengikuti program TGC.

Dream - Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta baru saja kedatangan tamu asing pada Selasa kemarin. Tamu itu adalah para guru Amerika Serikat peserta program Teachers for Global Classrooms (TGC).

Rombongan guru itu tiba di MAN 4 Jakarta yang berlokasi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu disambut dengan kesenian rebana mengiringi lantunan Sholawat Nabi. Ternyata, kesenian itu membuat rombongan guru asing itu kepincut.

Salah satu pesrta TGC, Douglas, mengaku sangat senang mendapat sambutan kesenian rebana dari para siswa itu. Meski baru pertama kali, dia sangat tertarik dengan kesenian tersebut.

" Sangat menyenangkan mendengarkannya. Keserasian irama nyanyian dan tabuhan, benar-benar memukau," kata Douglas, dikutip dari kemenag.go.id.

Wakil Kepala Bagian Humas MAN 4 Jakarta, Yulis, mengatakan sengaja menjamu rombongan TGC dengan rebana. Tujuannya untuk mengenalkan kesenian tersebut kepada negara lain.

" Kami sengaja menampilkan hadroh (rebana) agar dapat mengenalkan salah satu seni budaya yang ada di Indonesia kepada negara lain. Hadroh juga menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di madrasah kami," kata Yulis.

TGC merupakan program AS di sektor pendidikan. Melalui program ini, para guru diberi kesempatan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan formal negara lain dalam beberapa pekan.

Indonesia dipilih sebagai salah satu negara tujuan program ini. Tahun ini merupakan kali kedua TGC dilaksanakan di Indonesia setelah sebelumnya pada 2012 lalu.

Kepala MAN 4 Jakarta, Ismail, mengaku sangat apresiatif mendapat kunjungan daro rombongan TGC. Dia pun sangat senang madrasahnya terpilih sebagai salah satu lembaga pendidikan tempat para guru itu magang.

" Pastinya banyak ilmu yang akan diperoleh anak didik kami dan juga dapat memberikan motivasi lebih kepada anak-anak untuk mempelajari berbagai hal dari negara luar, seperti bahasa, budaya dan juga kebiasaannya," kata Ismail. (ism) 

Beri Komentar