Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bali Menolak Tampung, 17 Mahasiswa Timor Leste dari Wuhan Dikarantina di NTT

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Februari 2020 15:30
Bali Menolak Tampung, 17 Mahasiswa Timor Leste dari Wuhan Dikarantina di NTT
NTT siap menampung atas dasar kemanusiaan.

Dream - Sebanyak 17 mahasiswa asal Timor Leste yang pulang dari Wuhan, China, rencananya akan dikarantina di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah itu dilakukan atas permintaan pemerintah Timor Timur.

Semula belasan mahasiswa itu akan dikarantina di Bali. Namun rencana itu dibatalkan karena mendapat penolakan dari pemerintah setempat.

Kepala Biro Humas Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan, tindakan mengarantina 17 mahasiswa Timor Leste tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan.

" Hal ini dilakukan jika ada perintah langsung dari Presiden kepada pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, karena sudah mendapatkan penolakan dari Pemerintah provinsi Bali," kata Marius, Kamis, 6 Februari 2020.

Marius mengatakan, sebelum diserahkan ke pemerintah Timor Leste, Pemprov NTT akan memastikan kondisi kesehatan para mahasiswa tersebut. Untuk penanganan, Pemprov NTT sudah menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Jiwa Naimata.

" Ini orang sementara susah dan membutuhkan bantuan, maka kita harus bantu mereka yang juga adalah saudara kita. Jika mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo, maka kita akan siapkan peralatan termasuk ruang isolasi yang direncanakan dibangun di Rumah Sakit Jiwa Naimata," kata Marius.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Ananias Petrus)

1 dari 4 halaman

10 Orang Positif Virus Corona, 3.700 Penumpang Kapal Pesiar Dikarantina

Dream - Virus Corona Wuhan menyerang kapal pesiar Jepang, Diamond Princess. Sebanyak 10 penumpang di atas kapal dinyatakan positif virus 2019-nCoV.

Tak ingin virus tersebut menyebar, pemerintah Jepang memutuskan kapal bersama 3.700 penumpangnya dikarantina. Otoritas terkait mengarantina para penumpang kapal pesiar tersebut di pelabuhan dekat Yokohama.

Para 3.700 penumpang dikarantina di kapal sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dilaporkan World of Buzz, kapal sudah dalam proses dikarantina di pelabuhan ketika kasus pertama ditemukan. Seorang pria berusia 80 tahun yang telah meninggalkan kapal ditemukan didiagnosis menderita virus Corona Wuhan.

Setelah meminta penumpang untuk tetap di kapal, tim medis menggali lebih jauh dan menemukan sembilan orang lagi yang terkonfirmasi terpapar virus tersebut.

2 dari 4 halaman

Daftar Penumpang Positif Corona

Para penumpang kapal pesiar saat ini dikurung di kamar mereka, membuat kapal yang biasanya ramai menjadi sepi.

Di antara sepuluh orang yang terinfeksi adalah dua penumpang Australia, tiga penumpang asal Jepang, tiga penumpang asal Hong Kong, satu penumpang asal Amerika Serikat (AS) dan satu awak kapal dari Filipina.

Pria berusia 80 tahun itu saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil dan anggota keluarganya tampak bersih dari virus.

3 dari 4 halaman

Virus Corona Lebih Menakutkan, Rampok Gasak Masker Daripada Dompet

Dream - Virus Corona telah menjadi momok bagi masyarakat dunia terutama warga Wuhan, provinsi Hubei, China yang menjadi pusat penyebarannya. Saking menakutkannya, seorang perampok dikabarkan lari tunggang langgang saat korbannya berpura-pura mengaku terpapar virus 2019-nCoV tersebut. 

(Baca: Perampok Ketakutan dan Kabur, Korbannya Mengaku Terinfeksi Virus Corona)

Kabar terbaru dari kecemasan masyarakat akan momok virus Corona terjadi di Hong Kong. Kali ini berkaitan dengan masker yang menjadi barang langka sekaligus mahal di beberapa negara yang berdekatan dengan China. 

Wabah virus corona baru atau 2019-nCov memang membuat krisis kekurangan masker untuk menutup hidung dan mulut. Hal itu membuat seseorang nekat melakukan apapun untuk mendapatkan masker.

Mengutip laman World Buzz, seorang pria Hong Kong melalui platfrom Facebook membagikan cerita tentang insiden tidak menyenangkan yang dialami ibunya.

Menurutnya, pada 3 Februari 2020 kemarin, ibunya pergi ke toko dekat rumah untuk membeli masker penutup hidung dan mulut untuk melindungi diri dari virus 2019-nCov.

Setelah mengantre cukup lama di konter, ibunya berhasil membawa pulang satu kotak masker untuk dipakai seluruh anggota keluarga.

4 dari 4 halaman

Dompet Dilupakan, Masker Dirampok

Tetapi, begitu ibunya meninggalkan toko dan hendak berjalan pulang, seorang perampok tiba-tiba mencegatnya.

" Ketika mau pulang, ibu saya dirampok. Pada saat kejadian, salah satu tangannya memegang kotak masker, sementara dompet dipegang tangan lainnya," tulisnya.

Namun, tanpa disangka-sangka, perampok itu tidak mengambil dompet ibunya. Dia malah merampas kotak masker dan langsung melarikan diri.

Berkaca dari kejadian itu, pria tersebut mengingatkan netizen untuk berhati-hati dalam situasi kritis yang disebabkan oleh penyebaran virus 2019-nCov yang begitu cepat.

Jika sebelumnya banyak yang berusaha menjaga barangnya, tapi dalam situasi seperti saat ini masker menjadi benda yang paling berharga.

Beberapa netizen yang membaca postingan pria Hong Kong terkejut dengan kejadian itu. Sebagian mengatakan mereka telah juga pernah mendapat pengalaman serupa.

Sementara netizen lainnya mengatakan sanitiser yang ditaruh di dalam tasnya pernah dicuri orang.

Beri Komentar