Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pasien Positif Corona di Indonesia, Bertambah 2 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 6 Maret 2020 17:55
Pasien Positif Corona di Indonesia, Bertambah 2 Orang
Pasien kasus 3 dan kasus 4 tidak mengeluh sesak napas. Total saat ini ada 4 orang.

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menyebut ada dua orang warga Indonesia yang positif corona. Dengan kasus baru ini, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona menjadi empat orang.

" Kita dapatkan dua orang positif corona yang kita sebut kasus 3 dan kasus 4," kata Achmad, Jumat, 6 Maret 2020.

Achmad menyebut, dua orang positif corona ini menlakukan kontak langsung dengan pasien positif corona sebelumnya.

Achmad mengatakan, dua orang positif corona ini didapat setelah tim kesehatan memeriksa seluruh peserta dansa. " Kita lakukan pemeriksaan, tujuh orang ini tidak masuk pada hari bersamaan," ucap dia.

Achmad mengatakan, saat ini dua pasien positif corona mengalami batuk dan pilek. Tetapi, dua pasien kasus 3 dan kasus 4 ini tidak mengeluh sesak napas.

" Kondisi sekarang suhu 37,6 derajat, 37,7 derajat. Kemudian masih ada keluhan batuk pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas, sehingga kita berharap kondisi membaik," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika

1 dari 6 halaman

Ini Penanganan Pasien Dalam Pengawasan Corona di RS Persahabatan

Dream - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) mengonfirmasi merawat 10 pasien rujukan sejak 3 Maret 2020. Kesepuluhan pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Dokter paru-paru RSUPP, Prasenohadi mengatakan tidak ada pemberian obat apapun terhadap PDP. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona.

" Tidak ada (pemberian obat) kecuali ada kelainan. Enggak ada. Jadi obatnya disuruh makan, istirahat. Makanya kenapa dipantaunya dua minggu, karena memang masa inkubasinya dua minggu," ucap Praseno, Rabu, 4 Maret 2020.

Prasenohadi mengatakan, selama proses pengawasan pasien negatif corona, rumah sakit akan memindahkan ruangan pasien dari ruang isolasi ke ruang rawat inap.

Tetapi, jika keadaan memburuk, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sumber utama yang menyebabkan kondisi pasien menurun.

" Kalau dia ada gejala demam, (demamnya) harus diobati," kata dia.

2 dari 6 halaman

Sudah Tangani 119

Prasenohadi mengatakan, demam, batuk, dan pilek menjadi gejala umum terhadap adanya paparan virus ataupun bakteri yang menyerang pernapasan. Sehingga, imbuh Praseno, wajar adanya jika saat ini seluruh fasilitas umum terdapat alat mengukur suhu.

" Karena umumnya datang dengan batuk, pilek. Karena gejalanya umum," ucap dia.

RSUPP menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani penyebaran virus Corona, Covid-19. Tercatat, sebanyak 119 orang sehat memeriksakan diri ke RSUPP.

" Kami sudah tangani 119 orang yang datang untuk check-up sejak 3 sampai 4 Maret," kata Rita.

Meski tidak melarang, Rita mengingatkan fenomena virus corona tidak baik jika ditanggapi secara berlebihan. Seperti memeriksa kesehatan untuk memastikan ada tidaknya virus Corona dalam tubuh.

Menurut Rita, tanpa ada gejala umum seperti demam berhari-hari, batuk, atau pilek, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Terpenting adalah menjaga pola hidup sehat dan higienis.

Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia

3 dari 6 halaman

Kenapa Jokowi yang Umumkan Pasien Corona? Ini Kata Dirut RSPI

Dream - Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril angkat bicara terkait pengakuan pasien 01 dan 02 yang positif terinfeksi virus corona, Covid-19. Dia mengatakan, ada aturan tersendiri dalam penyampaiannya.

" Jadi betul. Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," kata Syahril, Rabu, 4 Maret 2020.

Syahril mengatakan, posisinya selaku Direktur Utama RSPI Sulianti Saroro tak punya kapasitas untuk menyampaikan wabah ini.

Sehingga, pihak rumah sakit tak serta merta mengumumkan langsung pada dua pasien soal positif virus corona.

" Saya pun sebagai Dirut tidak boleh bicara. Itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin Presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada UU nya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," ucap dia

Untuk diketahui, beredar pengakuan di media sosial dari pasien kasus 1 dan 2 positif Covid-19. Keduanya mengaku baru mengetahui positif terinfeksi virus corona melalui pemberitaan. Tidak diinfokan langsung oleh pihak rumah sakit.

Sumber: Merdeka.com/Ronald

4 dari 6 halaman

Usai Rawat Pasien Corona, Dokter Ini Sukarela Isolasi Diri

Dream - Seorang dokter Malaysia mengisolasi dirinya sendiri dari rekan dan keluarganya setelah menangani seorang pasien virus corona, COVID-19.

Menurut laman FMT, Dr Sanjiv Joshi secara sukarela menjauhkan diri dari rumah sakit, klinik dan keluarganya selama 2 minggu setelah merawat pasien corona.

Tindakan sadar dan cerdas dokter spesialis kardiologi di Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur ini menerima pujian dari Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah.

Menurut Hisham, Dr Sanjiv merawat seorang pasien wanita yang positif virus COVID-19 setelah tertular pasien Jepang. Setelah itu Dr Sanjiv mengisolasi dirinya selama 14 hari.

" Saya berharap mereka yang pernah kontak langsung atau berada dalam jarak dekat dengan dia melakukan hal yang sama," katanya.

Namun, di Facebook, Hisham menyatakan Dr Sanjiv dinyatakan negatif virus korona. Meski begitu, dia memutuskan untuk mengisolasi dirinya sebagai tindakan pencegahan.

Sementara itu, Rumah Sakit Pantai menyatakan bahwa semua staf dan pasien yang telah melakukan kontak dengan seorang pasien Jepang sejak 26 Februari telah menjalani tes. Hasilnya, seorang perawat magang dan pasien dinyatakan positif virus corona.

Semua pasien dan staf yang melakukan kontak dengan perawat magang itu dikarantina. Meskipun dinyatakan negatif, mereka tetapi diawasi dengan ketat.

" Rumah sakit telah melakukan beberapa langkah pencegahan, termasuk membatasi pintu masuk ke rumah sakit dengan memeriksa suhu dan gejala semua orang yang datang ke rumah sakit," kata Rumah Sakit Pantai.

Sumber: World of Buzz

5 dari 6 halaman

Seorang Pasien Suspect Corona di RSPI, Tutup Usia

Dream - Direktur Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyebut seorang pasien terduga virus corona, Covid-19, meninggal dunia.

" Yang meninggal ini masih belum hasilnya positif (Covid-19)" kata Syahril, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 6 Maret 2020.

Syahril mengatakan, pasien berusia 65 tahun tersebut berada dalam kondisi yang cukup parah saat dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

" Masuk sudah dalam keadaan pakai ventilator. Sudah tua, hipertensi," kata dia.

Pasien tersebut merupakan pasien yang menjalani perawatan karena interaksi dengan anaknya yang baru pulang dari Singapura.

Tenknik penanganan virus corona di Singapura, saat ini menjadi perhatian. Sebab, pemerintah Singapura kerap memberi pembaruan data mengenai jumlah pasien dan korban sembuh.

Duta besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengungkap tiga hal yang bisa dicontoh dari pemerintah Singapura dalam menghadapi wabah Virus Corona ini.

" Yang pertama adalah transparansi. Bahwa artinya secara reguler memberikan informasi kepada masyarakat melalui Kementerian Kesehatan," kata Dubes Swajaya.

Dengan cara itu, KBRI Singapura mudah merilis informasi terbaru ke masyarakat.

Kedua yaitu kekompakan dan kerja sama di bagian Kementerian Kesehatan dengan pihak internasional seperti yang sudah dilakukan dengan Malaysia. Selain itu, Singapura juga telah memberikan test kit untuk RRT guna memudahkan proses identifikasi tiga jenis virus.

" Yang ketiga adalah segala prosedur yang diambil sesuai dengan standar dari WHO," tambah Dubes Swajaya.

Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika

6 dari 6 halaman

Lima Hari Dinyatakan Sembuh, Pasien Corona Meninggal

Dream - Seorang pria berusia 36 tahun meninggal usai dinyatakan pulih lima hari sebelumnya dan dipulangkan dari rumah sakit darurat. Pria asal Wuhan, Hubei, China itu meninggal karena gagal nafas.

Dilaporkan South China Morning Post, berita kematian itu sempat diunggah Shanghai The Paper. Tapi, laporan itu kemudian dihapus.

Menurut berita, pria bernama Li Liang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, yang dibangun untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang pada 12 Februari 2020. Sang istri, bermarga Mei, menyebut, suaminya kemudian diinstruksikan untuk diobservasi selama 14 hari.

Mei mengatakan suaminya merasa tidak enak badan dua hari setelah meninggalkan rumah sakit. Mei menyebut, sang suami mengeluh mulut kering dan perut terasa begah.

Pada Senin, 2 Maret 2020, Li mengatakan dia merasa sakit dan dikirim ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan meninggal sore itu.

Sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh komisi kesehatan Wuhan mengatakan penyebab langsungnya adalah Covid-19, dan menyebutkan penyumbatan dan kegagalan pernafasan sebagai gejala yang bisa menyebabkan kematiannya.

Rumah Sakit Fangcang - salah satu fasilitas darurat Wuhan, mengeluarkan pemberitahuan darurat pada hari Rabu, 4 Maret 2020 yang mengatakan lebih banyak pasien yang pulang telah diterima kembali setelah jatuh sakit lagi.

Rumah sakit akan mulai melakukan tes antibodi pada semua pasien sebelum pulang dari Kamis, 5 Maret untuk memastikan kondisi pasien pulih sepenuhnya.

Beri Komentar