Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Direktur Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyebut seorang pasien terduga virus corona, Covid-19, meninggal dunia.
" Yang meninggal ini masih belum hasilnya positif (Covid-19)" kata Syahril, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 6 Maret 2020.
Syahril mengatakan, pasien berusia 65 tahun tersebut berada dalam kondisi yang cukup parah saat dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.
" Masuk sudah dalam keadaan pakai ventilator. Sudah tua, hipertensi," kata dia.
Pasien tersebut merupakan pasien yang menjalani perawatan karena interaksi dengan anaknya yang baru pulang dari Singapura.
Tenknik penanganan virus corona di Singapura, saat ini menjadi perhatian. Sebab, pemerintah Singapura kerap memberi pembaruan data mengenai jumlah pasien dan korban sembuh.
Duta besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengungkap tiga hal yang bisa dicontoh dari pemerintah Singapura dalam menghadapi wabah Virus Corona ini.
" Yang pertama adalah transparansi. Bahwa artinya secara reguler memberikan informasi kepada masyarakat melalui Kementerian Kesehatan," kata Dubes Swajaya.
Dengan cara itu, KBRI Singapura mudah merilis informasi terbaru ke masyarakat.
Kedua yaitu kekompakan dan kerja sama di bagian Kementerian Kesehatan dengan pihak internasional seperti yang sudah dilakukan dengan Malaysia. Selain itu, Singapura juga telah memberikan test kit untuk RRT guna memudahkan proses identifikasi tiga jenis virus.
" Yang ketiga adalah segala prosedur yang diambil sesuai dengan standar dari WHO," tambah Dubes Swajaya.
Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika
Dream - Seorang pria berusia 36 tahun meninggal usai dinyatakan pulih lima hari sebelumnya dan dipulangkan dari rumah sakit darurat. Pria asal Wuhan, Hubei, China itu meninggal karena gagal nafas.
Dilaporkan South China Morning Post, berita kematian itu sempat diunggah Shanghai The Paper. Tapi, laporan itu kemudian dihapus.
Menurut berita, pria bernama Li Liang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, yang dibangun untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang pada 12 Februari 2020. Sang istri, bermarga Mei, menyebut, suaminya kemudian diinstruksikan untuk diobservasi selama 14 hari.
Mei mengatakan suaminya merasa tidak enak badan dua hari setelah meninggalkan rumah sakit. Mei menyebut, sang suami mengeluh mulut kering dan perut terasa begah.
Pada Senin, 2 Maret 2020, Li mengatakan dia merasa sakit dan dikirim ke rumah sakit, di mana dia dinyatakan meninggal sore itu.
Sertifikat kematian yang dikeluarkan oleh komisi kesehatan Wuhan mengatakan penyebab langsungnya adalah Covid-19, dan menyebutkan penyumbatan dan kegagalan pernafasan sebagai gejala yang bisa menyebabkan kematiannya.
Rumah Sakit Fangcang - salah satu fasilitas darurat Wuhan, mengeluarkan pemberitahuan darurat pada hari Rabu, 4 Maret 2020 yang mengatakan lebih banyak pasien yang pulang telah diterima kembali setelah jatuh sakit lagi.
Rumah sakit akan mulai melakukan tes antibodi pada semua pasien sebelum pulang dari Kamis, 5 Maret untuk memastikan kondisi pasien pulih sepenuhnya.
Dream - Kasus penyebaran virus corona, Covid-19, tidak separah Februari 2020. Penyebaran virus corona tercatat mengalami kenaikan, tetapi tidak signifikan.
Di pusat sebaran virus, China, kenaikan angka warga yang terinfeksi tercatat mencapai ratusan orang tiap harinya. Angka ini mulai terlihat sejak akhir Februari hingga awal Maret 2020.
Mulai terorganisirnya sebaran virus juga terlihat dari jumlah pasien yang pulih. Berdasar data Johns Hopkins University-The Centre for Systems Science and Engineering (JHU-CSSE) mencatat, kenaikan pasien pulih mulai meningkat tajam sejak 22 Februari 2020 dengan angka 22,9 ribu pasien pulih. Hingga 4 Maret 2020, angka pasien pulih sudah mencapai 51,2 ribu.
Total hingga 5 Maret 2020 pukul 10.30, pasien yang sembuh mencapai angka 53.225. Pasien sembuh terbesar berada di daratan China.

Data sebaran virus Corona
Pasien sembuh di Provinsi Hubei, sebesar 40.479 orang. Seperti diketahui, ibu kota provinsi Hubei, Wuhan, ditetapkan sebagai pusat sebaran Covid-19.
Saat ini, masih ada 24.085 orang di Hubei yang masih menjalani perawatan Covid-19.
Sementara itu, kasus Covid-19 di luar China menjadi perhatian. Terdapat 14,9 ribu kasus Covid-19.
Korea Selatan, Italia, dan Iran menjadi tiga negara dengan sebaran Covid-19 tersebar. Di Korea Selatan, kasus Covid-19 tercatat dengan 5.766 kasus, Italia dengan 3.089 kasus, dan Iran dengan 2.922 kasus.
Hingga berita ini diturunkan kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 80.409 dengan total kematian sebesar 3.012.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya