6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Presiden Jokowi Saat Memberi Sambutan Peringatan Isra` Mi`raj (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar umat Islam dapat menyerap makna peristiwa Isra Miraj. Momen suci tersebut harus menjadi tonggak untuk menjadi lebih baik lagi.
" Setiap kali kita memperingati Isra Miraj, kita harus ingat bahwa kita harus naik menjadi lebih baik," kata Jokowi dalam sambutan Peringatan Isra Miraj di Istana Bogor, dikutip Dream dari laman kemenag.go.id, Rabu, 11 April 2018.
" Kualitas hidup masyarakat harus lebih meningkat. Harus terus meningkat," kata Jokowi menambahkan.
Memohon ridho dari Allah SWT, Jokowi berharap dapat terus bekerja keras meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
" Kita membangun infrastuktur di Tanah Air. Listrik, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, di seluruh Indonesia. Kita meningkatkan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan termasuk keterampilan dan permodalan, termasuk kredit usaha masyarakat mikro," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak bangsa Indonesia menghadirkan wajah agama yang moderat dan unggul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
" Dengan spirit isra dan miraj mari kita hadirkan wajah agama yang moderat dan unggul dengan karakter wasathiyyah," kata Lukman.
Moderasi Islam, kata Lukman, menuntut umat untuk toleran dalam menyikapi perbedaan. Moderasi juga merupakan metode berpikir dan bersikap mempertimbangkan banyak hal, sehingga dapat sejalan dengan kondisi masyarakat dan tak bertentangan dengan prinsip ajaran agama.
" Islam dengan karakter wasathiyyah inilah yang dulu dibawa oleh para ulama, sehingga terjadi akulturasi budaya yang menghasilkan kearifan lokal bernuansa keagamaan," ucap Lukman.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
