Fakta Menarik Model Cantik di Yogya Jadi Ketua RW

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 9 April 2015 12:13
Fakta Menarik Model Cantik di Yogya Jadi Ketua RW
Gadis berkulit cokelat ini mengaku tidak terbebani dengan jabatan ketua RW, meski saat ini dia tengah mengerjakan skripsi.

Dream - Sosok wanita belia yang merupakan finalis sebuah ajang pemilihan model, Octa Viantary (23) tengah menjadi 'buah bibir' pengguna sosial media.  

Namanya mendadak tenar lantaran gadis cantik ini terpilih menjadi ketua RW Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.

Dalam akun Facebook-nya, Octa tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang yang telah mendukungnya menjadi ketua RW di Tegalpanggung.

" Aku tidak akan seperti ini tanpa dukungan orang-orang yang menyayangiku, orangtuaku, mia, pacarku, keluarga jambu, keluarga Violet Cathering, Om Mufti, Nantinyacreativestudio, sahabat-sahabatku, Murid-muridku di Immaculata, semua orang yang membantu aku dan tentunya warga RW 13 Tegalpanggung," demikian ucapan yang diposting Octa pada 7 April 2015.

Perempuan kelahiran 27 Oktober 1991 yang biasa disapa Vian ini, tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Gadis berkulit cokelat ini mengaku tidak terbebani dengan jabatan ketua RW, meski saat ini dia tengah mengerjakan skripsi.

Menurut pengakuannya, ia memang cukup dekat dekat dengan warga. Bahkan Vian tak segan turut berpartisipasi saat ada acara di kampungnya.

Mulai dari mengajari anak-anak menari, menyanyi, kemudian belajar make-up. Kebetulan Vian adalah seorang model.

Dari situlah, ibu-ibu di lingkungannya mencalonkan Vian sebagai ketua RW. Menurut warga pemilih Vian, mereka ingin berbeda dari sosok ketua RW pada umumnya. Yang biasanya identik dengan tokoh berusia tua.

Pada saat pemilihan ketua RW, Vian bersaing melawan tiga kandidat lainnya yang jeda usianya terpaut jauh dengan Vian.

Hasilnya? Meski paling muda, wanita mantan finalis model majalah Aneka Yess 2006 memperoleh total 42 suara dari total pemilih 105 orang. Ia menang lalu dilantik pada 31 Maret 2015 lalu.

Kedepannya, Vian ingin 'menyulap' kampungnya yang terletak di sebelah timur kali Code, sebagai kampung wisata. Seperti di Brasil. Genting setiap rumah warga dicat warna-warni.

Wanita yang nyambi jadi guru ekstrakurikuler modeling di SMP Immaculata Yogyakarta juga berusaha mengoptimalkan potensi yang ada di kampungnya. Emm..kita tunggu saja! (Ism) 

1 dari 3 halaman

Komentar Mahasiswi `@ugmcantik` yang Sohor di Sosmed

Komentar Mahasiswi `@ugmcantik` yang Sohor di Sosmed

Dream - Pengguna sosial media khususnya Twitter tengah ramai memperbicangkan akun Twitter @ugmcantik, yang berisi kompilasi mahasiswi cantik yang tengah menempuh studi di Universitas Gadjah Mada.

Dalam kolom biografi akun @ugmcantik tertulis; " Nyayogyakarto Hadiningrat. Mention kesini temen kamu yang paling baik dan cantik dari UGM. Tulis nama panjang, Jurusan dan Angkatan."

Banyak netizen khususnya kaum pria langsung membanjiri komentar setiap foto mahasiswa UGM yang diposting di akun yang memiliki follower 16 ribu lebih. Dari yang memuji sampai merayu dengan kata-kata gombal.

Lantas apa komentar mahasiswa cantik UGM yang fotonya diposting di akun ini?

Alysha Medyana, Mahasiswa Filsafat angkatan 2013 awalnya tak tahu jika fotonya muncul di akun @ugmcantik.

" Awalnya dikasih tahu teman satu fakultas. Kaget sih tiba-tiba foto saya di akun Instagram muncul di akun Twitter @ugmcantik. Tapi itu sudah lama, sekitar semester lalu," kata Alysha saat berbincang dengan Dream, Selasa 7 April 2015.

Alumnus SMA 71 Jakarta Timur itu mengaku malu jika fotonya tersebar luas. Ia pun mengaku sering dicadai teman-teman sekampus. " Cie..mbak yang ada di @ugmcantik," kata Alysha menirukan candaan teman-temannya.

Tak cuma Alysha, teman satu angkatannya pun ikut masuk dalam akun @ugmcantik. Adalah Adinda Intan. Gadis asal Solo itu juga kaget begitu tahu fotonya ada di akun tersebut.

" Kaget mas. Cuma mau marah bingung kita ga tau siapa yang pasang di situ. Saya sih agak keberatan. Soalnya suka ada komen-komen negatif," komentar dia kepada Dream. (Ism) 

 

2 dari 3 halaman

Mengenal Lebih Dekat Pramugari Cantik Berhijab, Silvia

Mengenal Lebih Dekat Pramugari Cantik Berhijab, Silvia

Dream - Berhijab bukan lagi menjadi penghalang wanita cantik pemilik nama Silvia Anggraini untuk mengejar karir sebagai pramugari. Wanita kelahiran Medan 16 April 1988 ini pun mengaku merasa lebih tenang dan nyaman.

" Kalau di maskapai sebelumnya bertugas masih belum pakai hijab Alhamdulillah sekarang di Nam Air ada kebijakan boleh pakai hijab, senang dan sangat bersyukur," ujar wanita pecinta makanan pedas ini kepada Dream.co.id saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Selain itu dengan busana seragam serba tertutup membuat wanita yang akrab disapa Silvi ini merasa terlindungi. " Sebelumnya pernah merasakan pakai seragam rok pendek di maskapai lain, tetapi rasanya tidak nyaman. Ada saja penumpang nakal godain, tetapi sekarang busananya kan tertutup jadi merasa aman," tuturnya.

Silvi sendiri mengaku baru sekitar lima bulan bergabung di sister company dari Sriwijaya Air ini. " Oktober 2014 gabung di Nam Air, kemudian Januari 2015 Alhamdulillah sudah bisa bertugas menjadi pramugari," tutur putri pasangan Jefri dan Asmia ini.

Menjadi pramugari sendiri sebenarnya bukan cita-cita utama Silvi. Wanita lulusan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Medan ini awalnya hanya tertarik bekerja di balik meja sebuah maskapai penerbangan.

Walaupun begitu Silvi mengaku menjalaninya sepenuh hati. Hingga akhirnya sekarang dirinya jatuh cinta dengan pekerjaan ini. " Awalnya tidak ingin sama sekali menjadi pramugari, aku kuliah hukum. Tetapi sekolah penerbangan juga di Angkasa Gemilang, itu pun hanya ingin kerja kantorannya saja. Tetapi setelah dijalani saya sangat menikmati," kata wanita yang berhijab sejak akhir 2013 ini.

Silvi berharap akan banyak maskapai yang memperbolehkan awak kabinnya mengenakan hijab untuk wanita muslimnya. " Nam Air itu jadi wadah untuk wanita berhijab mengejar karir. Semoga maskapai lainnya juga bisa seperti itu," harap wanita yang sudah berprofesi sebagai pramugari sejak 2009 ini.

3 dari 3 halaman

Tas Plastik Mahasiswi Unpad Gebrak Amerika

Tas Plastik Mahasiswi Unpad Gebrak Amerika

Dream - Tas cantik dari plastik bekas buatan mahasiswi jurusan hubungan internasional Universitas Padjajaran, Yanti Silviana, dipamerkan di ajang 'AFS Changemaker Innitiative', Alexandria, Virginia, Amerika Serikat awal Maret lalu.

Pada event tersebut, Yanti memamerkan proyek wirausaha sosialnya, yaitu " Pfuze" . Mahasiswi ini membuat tas dengan mengajak 12 perempuan pemulung yang bekerja di tempat pembuangan sampah di kawasan Sekre Angkring, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Menurut Yanti, Pfuze bertujuan mengurangi penggunaan jumlah plastik dengan mengubahnya menjadi tas cantik ramah lingkungan.

" Para ibu-ibu menjadi target beneficiary. Mereka dilibatkan dalam proses pembuatan tas sehingga dapat menambah keterampilan dan memperoleh pendapatan tambahan," kata Yanti yang merupakan alumni program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange&Study (KL YES).

AFS Changemaker Innitiative adalah kelompok kerja yang dibentuk oleh AFS Internasional bersama AFS Amerika Serikat.

Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran ide dan gagasan dalam upaya pengembangan kegiatan perubahan sosial ke dalam seluruh aspek organisasi AFS Amerika Serikat.

Setelah sukses berbagi pengalaman dan ide di Amerika Serikat, Yanti berencana mengembangkan ide " Pfuze" untuk dibuat dalam skala nasional dan global.

Pfuze telah menyusun rencana 5 tahun untuk memperluas pemasaran produk, bermitra dengan perusahaan ritel supermarket, dan menjadi pionir gerakan ecopreneur skala nasional bahkan global.

(Ism, Sumber: Unpad.ac.id)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna