Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wapres Jusuf Kalla Saat Menghadiri Seremonial Milad Masjid Istiqlal (Dream.co.id/M Ilman Nafi'an)
Usulan itu disampaikan Wapres pertama Mohammad Hatta, dengan pertimbangan dekat dengan umat Islam.
Dream - Masjid Istiqlal kini telah berusia 39 tahun. Masjid termegah bisa terlihat jelas saat melintasi kawasan stasiun Gambir atau pasar baru Jakarta Pusat. Selama usia itu pula tersimpan beragam sejarah dalam masjid ini.
Namun mungkin banyak yang belum tahu, jika Masjid Istiqlal semula direncanakan bukan dibangun di lokasi dekat Lapangan Banteng Jakarta. Pemerintah kala itu berencana membangun Masjid Istiqlal di kawasan MH Thamrin.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika menghadiri seremonial puncak Peringatan Milad Masjid Istiqlal ke-39.
JK mengatakan rencana lokasi di Jalan Thamrin itu disampaikan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta. Pertimbangannya, Jalan Thamrin dekat dengan Tanah Abang yang ditempati mayoritas Muslim.
"Bung Hatta usul didirikan di Jalan Thamrin yang sekarang Hotel Indonesia. Alasannya sederhana, karena di Tanah Abang ini banyak Muslim," kata JK di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017.
"Tentu akibat di sini maka umat Islam datang juga ke sini. Setidaknya kalau di Tanah Abang akan datang itu saja (Muslim sekitar), tapi di sini beragam macam yang datang," ujar dia.
Namun Presiden pertama Soekarno ternyata punya pendapat lain. Dia mengusulkan pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan di Sawah Besar. Alasannya, kata JK, lokasi tersebut merupakan kawasan Pecinan yang juga menjadi lokasi Katedral.
"Kalau di sini karena banyak Pecinan. Bung Karno juga memiliki filosofi yang mendalam. Karena ada Katedral agar mampu bersanding dalam kerukunan berbangsa. Karena itu Istiqlal, Kemerdekaan," ucap dia.(Sah)