Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia berbalik menguat di penutupan perdagangan jelang akhir pekan. Sentimen pembalikan dari bursa regional mendorong pemodal melakukan aksi beli.
Pemodal asing yang melakukan aksi jual juga berbalik menggelontorkan dananya untuk belanja saham. Nett buy asing sore ini lebih dari Rp 200 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 21 November 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 18,47 poin (0,36%) ke level 5.112,04.
Penguatan disokong naiknya harga saham dari 184 emiten di lantai bursa. Sebanyak 115 emiten masih tertinggal di zona merah sementara 95 lainnya melemah.
Laju bursa saham Indonesia kali ini ditopang oleh penguatan dua indeks saham sektor porperti dan pertanian yang masing-masing menguat 1,97 persen dan 1,83 persen.
Indeks sektor barang konsumsi dan perdagangan justru tertekan dan melemah 0,24 persen dan 0,03 persen.
IHSG memang mengawali perdagangan dengan kurang meyakinkan. Selain jatuh dari level 5.100, IHSG juga melemah 2,51 poin (0,05%) ke level 5.091,04.
Meski sempat mengawali sesi pembukaan di zona positif, tekanan aksi jual membuat laju IHSG bergerak liar. IHSG beberapa kali keluar masuk zona merah.
IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.084,09 sedangkan tertinggi di 5.122,822. Aksi jual jelang penutupan membuat penguatan ini kembali terpangkas.
Sentimen positif dari kawasan regional tak ketinggalan dimanfaatkan dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka melemah 0,08 persen akhirnya menutup perdagangan dengan menguat 1,18 poin (0,72%) ke level 164,64.
ISSI sempat menyentuh level terendah di 163,26 dan tertinggi 165,01. Transaksi perdagangan melibatkan 37,45 juta saham dengan dana bergulir hingga Rp 3,3 triliun.
Aksi jual ini membuat 127 emiten melambung ke zona hijau sementara 60 lainnya masih kurang menarik minat investor.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah yang ditutup menguat. Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,92 poin (0,73%) ke level 677,51.
Saham-saham bluechips syariah yang bergerak menguat mendominasi daftar indeks JII. Sebanyak 23 emiten unggulan syariah bergerak menguat sementara 6 lainnya melemah dan 1 stagnan.
Sebagai informasi, sejumlah indeks saham di kawasan Asia menutup perdagangan di zona hijau. Indeks Hang Seng dan Nikkei masing-masing menguat ,33 persen dan 0,37 persen.
Nilai tukar rupiah juga kembali bergerak menguat usai terapresiasi 52 poin (0,43%) menjadi 12.123 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya