Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Diary Of A Fit Mommy)
Dream - Selain mengganggu penampilan, kegemukan juga berisiko bagi kesehatan. Terutama bagi perempuan, yang cenderung semakin membesar seiring pertambahan umur.
Studi yang dilakukan pada 30 tahun lalu dengan melibatkan 1,5 juta perempuan menemukan hasil bahwa perempuan gemuk akan mengalami fibrilasi atrium, sebuah gejala perubahan detak jantung yang menjadi tidak teratur dibandingkan perempuan bertubuh kecil.
Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung yang paling sering terjadi, dengan risiko 20 persen seumur hidup. Sedangkan bila terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun, maka akan meningkatkan kemungkinan stroke dan gagal jantung.
" Kami menemukan bahwa wanita bertubuh besar memiliki risiko lebih besar terserang fibrilasi atrium," terang sang peneliti, Annika Rosengren, yang juga profesor di Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Swedia.
Sedangkan ukuran perubahan tubuh biasanya akan dialami secara bertahap. Para perempuan akan dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan Body Surface Area (BSA).
Para perempuan dengan BSA tertinggi akan lebih tinggi 9 cm dan selisih berat badan mencapai 28 kg. Sehingga indeks tubuhnya lebih tinggi dari massa tubuh (BMI: 21 vs 28 kg/m2).
" Fibarsi atrium merupakan hasil dari perubahan metabolik yang berhubungan dengan obesitas, tetapi ada juga penyebab ke dua," imbuh Rosengren.
Dia juga menegaskan bahwa orang bertubuh besar tidak selalu gemuk, tapi memiliki atrium lebih besar. Sehingga berbeda dengan orang yang berpostur tubuh tinggi, yang biasanya dapat menghindari kelebihan berat badan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya