Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - KB suntik merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan. Kamu bisa memilih KB suntik yang dilakukan 1 atau 3 bulan sekali.
Pemakaian KB suntik tidak hanya dapat mencegah kehamilan, tapi juga bisa mengatasi nyeri menstruasi. Namun sayangnya, kamu bisa merasa mudah lelah, berat badan naik, nyeri payudara hingga jarang haid.
Sama dengan yang lainnya, KB suntik juga tidak dapat menjamin seratus persen bisa mencegah kehamilan. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab kebobolan saat menggunakan KB suntik satu bulan.
Masih ada risiko kehamilan
Meskipun diklaim dapat mencegah kehamilan sebesar 99 persen, namun masih ada sepersen kemungkinan untuk hamil. Sehingga, kamu perlu berhati-hati ketika menggunakan KB suntik atau jenis apapun.
KB suntik akan efektif digunakan jika disuntik 1-5 hari pertama haid. Sedangkan ketika digunakan saat tidak haid, KB suntik akan efektif setelah 7 hari. Jika tidak efektif, potensi kehamilan akan lebih besar.
Jadwal suntik terlewat
Kamu harus menggunakan KB suntik secara rutin untuk menjamin efektivitasnya. Jika terlewat, potensi kehamilanpun meningkat dan efektivitas KB menjadi sebesar 94 persen.
Jika ingin lebih efektif mencegah kehamilan, gunakan alat kontrasepsi ganda dan suntik KB secara teratur.
(Sumber: Sehatq.com)
Dream - Perubahan hormonal merupakan salah satu penyebab jerawat. Hormon yang bisa menyebabkan munculnya jerawat adalah androgen.

Meningkatnya kadar hormon androgen dapat memicu produksi sebum berlebih dan menyebabkan jerawat.
Oleh karena itu, pil KB diklaim dapat mengatasi jerawat dan menurunkan kadar hormon androgen agar kembali seperti semula.
Tapi, tidak semua pil KB dapat mengatasi jerawat. Hanya pil KB dengan hormon estrogen dan progesteron yang bisa menurunkan kadar androgen serta mengatasi jerawat.
Kamu juga harus berkonsultasi pada dokter sebelum menggunakan pil KB. Dilansir dari Sehatq.com, berikut jenis pil KB yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat.
1. Norgestimasi: pil KB yang mengandung hormon estrogen dan dikombinasikan dengan progestin atau bentuk sintetis dari hormon progesteron.
2. Norethindrone: Sama dengan Norgestimasi dan terjual sesuai dosis yang dibutuhkan.
3. Drospirenone: pil KB dengan hormon estrogen dan dikombinasikan hormon progestin yang memiliki efek samping pembekuan darah. Jadi, harus berhati-hati ketika mengonsumsinya.
Meski dapat mengatasi jerawat, namun tidak semua wanita boleh menggunakannya. Wanita yang menjalani program atau sedang hamil, belum melewati masa puber, usia 35 tahun ke atas, merokok, sering migrain, hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung, kanker payudara, hati, perdarahan uterus serta gangguan pembekuan darah, tidak diperbolehkan mengonsumsi pil KB untuk mengobati jerawat.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya