Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cara Membawa Tas Yang Salah (Foto: Shutterstock)
Dream - Selain untuk aksesori, fungsi utama tas adalah untuk membawa dan memindahkan barang-barang.
Dengan beragam modelnya, cara membawa tas pun bermacam-macam. Ada yang digendong, ditenteng, didorong, dan sebagainya.
Nah, ternyata, cara membawa tas yang salah bisa menyebabkan banyak risiko. Mulai dari sakit pinggang, keseleo, hingga sakit kepala.
Apakah Sahabat Dream termasuk orang yang punya kebiasaan yang salah saat membawa tas? Simak penjelasan yang dikutip dari Everyday Health berikut ini.
1. Membawa tas berat di satu sisi
American Chiropractic Association mengatakan berat tas seharusnya tidak lebih dari 10% dari berat tubuh. Membawa tas melebihi berat tubuh di satu sisi dapat menyebabkan sakit punggung dan bahu.
" Tas yang berat dapat menyebabkan sakit kepala. Orang-orang sering mengeluh terkena migrain. Padahal setelah saya lihat itu akibat dari kebiasaan membawa tas yang buruk," kata Karen Erickson, DC, chiropractor di New York.
Karen mengatakan, tas yang terlalu berat akan menciptakan tekanan yang besar pada otot trapezius di bahu.
Otot ini terhubung ke bagian belakang leher hingga kepala. Sehingga bisa menyebabkan sakit kepala yang parah akibat terjadi ketegangan otot.

2. Memakai tas dengan tali yang tipis
Tali tas yang tipis dengan beban yang berat bisa menyebabkan otot bahu menjadi sakit. Apalagi jika tali tasnya terbuat dari logam atau semacamnya, bisa memperburuk rasa sakitnya. Karena tali tas yang tebal bisa mendistribusikan berat tas.
" Jika memakai tas dengan tali yang tipis, kemudian bahu terasa sakit, saya sarankan untuk memindahkannya ke depan, seperti orang menggendong bayi. Cara ini akan mengistirahatkan bahu untuk sementara waktu," kata Erickson.
3. Memakai backpack terlalu rendah
Agar tas ransel beratnya merata, pastikan untuk memakainya dengan benar. Pertama, gunakan kedua tali ransel pada kedua bahu, bukan salah satu bahu.
Selain itu, pastikan agar ransel tidak menggantung terlalu rendah di punggung. Idealnya tas ransel harus di bagian bawah tulang rusuk, bukan di tulang pinggang.

4. Sering meletakkan tas di lantai
Seperti kita, tas juga 'duduk' di mana-mana. Mulai dari lantai kamar, mobil atau kereta api, kantor, swalayan, trotoar, toilet dan kemudian balik lagi ke rumah.
Sering meletakkan tas di lantai di mana saja merupakan kebiasaan buruk. Selain membuat tas cepat kotor, tas juga bisa membawa bibit penyakit, seperti E.coli atau bakteri jahat lainnya.
Hindari meletakkan tas di tempat-tempat umum, jika perlu lap bagian bawah tas setiap kali sampai di rumah.
5. Membawa banyak barang dalam satu tas
Hindari membawa banyak barang dalam satu tas dengan alasan supaya lebih ringkas dan tidak ribet. Gunakan tas berbeda untuk pakaian gym atau sepatu. Jangan masukkan semuanya dalam satu tas.
Erickson menyarankan orang-orang untuk tidak membawa air minum yang dimasukkan ke dalam tas.
" Air akan membuat beban bertambah berat. Rekomendasi lainnya keluarkan uang koin dari dalam tas, ini semakin meringankan beban ketika membawa tas," kata Erickson.
Sumber: Everyday Health
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya