Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Daging Steak (Foto: Shutterstock)
Dream - Memenuhi asupan gizi harian bukan hal yang mudah. Sebisa mungkin, Sahabat Dream harus menggabungkan beragam makanan sehat kaya nutrisi agar semuanya terpenuhi dalam sehari.
Hal ini juga terjadi ketika memilih asupan protein harian. Mungkin sebagian orang akan memilih protein nabati seperti tempe atau brokoli, karena bisa memenuhi kebutuhan serat di saat yang bersamaan.
Ternyata menurut pakar gizi Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, protein nabati tidak memiliki asam amino esensial seperti pada protein hewani.
" Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan berperan penting untuk masa pertumbuhan maupun fase kehidupan berikutnya," ungkapnya dalam acara Frisian Flag Indonesia MilkVersation di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Senin 4 November 2019.
Jika kebutuhan asam amino tidak terpenuhi, bisa menyebabkan masalah kesehatan dalam berbagai aspek. Seperti stunting, gangguan kognitif, anemia, hingga mempengaruhi emosi serta mental.
Konsumsi protein hewani diklaim dapat menjadi investasi kesehatan gizi jangka panjang. Selain itu, bisa meningkatkan kualitas gizi para penerus bangsa.

Menurut data riset kesehatan dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, 17,7 persen anak Indonesia masih masuk dalam kategori gizi kurang dan buruk.
Tak heran kalau data Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan konsumsi protein hewani Indonesia pada 2017 masih tertinggal jauh dari negara maju, yaitu 8 persen. Presentase Malaysia padahal mencapai 30 persen dan Filipina 21 persen.
“ Rendahnya tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia tidak hanya menghambat pertumbuhan individu. Tapi juga berakibat pada rendahnya kualitas generasi penerus bangsa. Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi protein hewani seperti kacang-kacangan, daging, telur dan susu,” tutupnya.
Dream - Bagi orang Indonesia, karbohidrat adalah sumber utama dalam makanan sehari-hari dan memenuhi rasa kenyang. Nasi atau mi wajib ada dalam hidangan yang akan disantap.
Terkadang kita sering melupakan asupan yang mengandung protein. Padahal, protein fungsinya sangat vital bagi tubuh mulai dari menstabilkan kadar gula darah, memperbaiki kondisi otot, mengatasi rasa kenyang dan pembentukan sel-sel baru.
Sahabat Dream sudah memenuhi kebutuhan protein harian? Mungkin sebagian besar akan bingung untuk menjawabnya. Kamu baru menyadari kekurangan asupan protein saat merasa ada yang aneh dengan tubuh.
Nah, jika muncul tiga tanda ini, tandanya tubuh sedang kekurangan protein. Perbanyak konsumsi ikan, daging, ayam, telur dan sumber protein lainnya.
Ketika kamu makan makanan yang rendah protein, makan cenderung merasa tidak puas. Efeknya adalah selalu mencari makanan dengan manis berkadar gula tinggi atau mungkin makanan berlemak dan juga kaya karbohidrat seperti gorengan.

Mengonsumsi protein menyeimbangkan semuanya. Membuat kamu berhenti merasa nafsu terhadap makanan tertentu dan kenyang lebih lama.
Jika dulu kamu memiliki kulit yang montok dan bercahaya yang sekarang kusam dan bersisik, itu mungkin pertanda bahwa protein sangat kurang dalam makanan harian Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk sel rambut, kuku, dan kulit.

" Jika protein tidak didapatkan secara cukup kulit jadi sangat mudah kering, rambut lebih tipis karena rontok, begitu pun kuku yang jadi mudah rapuh," kata Steven Bowers, ahli gizi yang juga penulis buku Healthy Healthest People, dikutip dari Prevention.
Jarang minum minuman bersoda tapi perut sering merasa kembung? Bengkak di perut karena gas, lalu di pergelangan kaki sering terjadi karena tubuh kekurangan protein.

Protein diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel-sel tubuh. Saat tidak seimbang, perut bisa jadi sangat kembung, cairan di kaki pun tak normal dan terjadi pembengkakan.
Pastikan setiap hari ada sumber protein dalam menu makanan kamu.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya