Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Imunitas Tubuh Yang Tidak Kuat Dapat Menyebabkan Infeksi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Selama pandemi, kita disarankan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh. Namun, sebenarnya kamu juga harus memperhatikan keseimbangan daya tahan tubuh.
Karena, sistem imun yang berlebih bisa menyebabkan autoimun atau hipersensitif (alergi). Sedangkan, imunitas tubuh yang tidak kuat dapat menyebabkan infeksi dan keganasan.
Maka dari itu, tubuhmu memerlukan imunomodulator atau zat yang dapat meregulasi sistem imun.
" Imunomodulator terbagi menjadi dua regulasi, up (imunostimulan) and down (imunosupresif)," jelas Inggrid Tania,Ketua PDPOTJI dalam webinar peluncuran Fatigon Promuno, Selasa 4 Agustus 2020.
Imunostimulan bermanfaat untuk meningkatkan respon imun terhadap penyakit. Sedangkan, imunosupresif digunakan untuk menekan respons imun, meredakan inflamasi, mengatasi autoimun serta mencegah penolakan transplantasi.
Jika biasa mengonsumsi zat imunostimulan, kamu bisa menemukan beberapa bahan yang juga bisa berperan sebagai imunosupresif di saat yang sama. Sehingga, zat tersebut tergolong imunomodulator.
" Produk yang mengandung zat imunomodulator sejauh ini memakai bahan yang berasal dari luar Indonesia dan tidak bisa digunakan jangka panjang dan berisiko memicu respon imun berlebihan" .
Sedangkan, beberapa bahan imunomodulator lokal aman digunakan jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah meniran, jahe merah dan sambiloto.
" Meniran teruji dapat mempercepat penyembuhan infeksi virus seperti cacar air. Jahe merah bersifat anti radang, meredakan infeksi virus seperti batuk dan memperlancar sistem pencernaan. Sedangkan, sambiloto dapat menurunkan demam antipiretik," ungkapnya.

Ketiga bahan tersebut bisa dicampur agar lebih bermanfaat bagi imunitas tubuh serta pencegahan penyakit jangka panjang. Kamu bisa menemukan ketiga bahan ini dalam Fatigon Promuno yang telah terjual di pasaran.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya