JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Mahluk Bernama Demodex Yang Tumbuh Di Wajah Kita (Sumber: Just Nature Life)
Dream - Tubuh manusia adalah rumah bagi berbagai macam mikroorganisme. Beberapa memiliki bentuk yang cukup menjijikkan.
Salah satunya mikroorganisme berukuran 1/3 milimeter yang dapat ditemukan di bulu mata, pipi, akar rambut, bulu halus yang menutupi puting dan daerah selangkangan.
Satu penelitian menunjukkan, setiap responden memiliki makhluk-makhluk kecil, ini. Meski begitu mahluk ini tidak berbahaya.
Tapi jika bicara tentang gangguan kekebalan tubuh, perubahan kualitas kulit, peningkatan jumlah kelenjar minyak, autoimun, atau penyakit ganas, makhluk ini menjadi musuh.
Makhluk ini bisa menyebabkan peradangan kulit yang parah pada wajah dan alis.
© Dream
Dream - Kehidupan makhluk bernama Demodex berlangsung selama beberapa hari. Mereka tidak tahan cahaya matahari.
Karena karakter kehidupannya itu, Demodex hanya keluar pada malam hari. Tak hanya itu, makhluk ini juga hanya bergerak dengan kecepatan 1 centimeter per jam.
Di tubuhnya, Demodex memiliki parasit yang disebut Bacillus oleronius. Parasit ini dilepaskan ketika Demodex mati dan dapat menyebabkan iritasi kulit yang parah.
© Dream
Dream - Parasit dalam tubuh Demodex bersifat agresif, sehingga Anda mungkin perlu menggunakan krim wajah yang ringan dan netral untuk membunuhnya.
Jumlah parasit ini meningkat seiring usia kita.
Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah menerima simbiosis ini dan berharap 'penyewa' itu tetap tenang di tempatnya. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun