JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kabar buruk bagi mereka yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari 6 jam.
Pada penelitian sebelumnya, disebutkan jika orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari 6 jam berisiko mengalami gangguan kesehatan. Sama seperti yang terjadi pada pecandu minuman keras.
Seperti diketahui, kecanduan minuman keras bisa mengakibatkan kerusakan pada hati, jantung dan pankreas. Selain itu, pecandu minuman keras akan mengalami peradangan di lambung dan gangguan otot syaraf, impotensi serta gangguan seksual lainnya.
Kecanduan alkohol juga dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.
Sementara itu, kebiasaan tidur kurang dari 6 jam bisa meningkatkan risiko obesitas, depresi, serangan jantung dan stroke.
Namun, penelitian terbaru dari PreventiveHealth Company Medisys menunjukkan, kebiasaan tidur kurang dari 6 jam dapat melemahkan fungsi otak. Kondisi itu sama dengan gangguan kesehatan yang menimpa para pecandu alkohol.
Artinya, kebiasaan tidur kurang dari 6 jam sama buruknya dengan orang yang sering mabuk berat karena alkohol.
Meski dampaknya tidak langsung terlihat, namun akibat dari kebiasaan tidur kurang dari 6 jam akan menjadikan otak kurang stabil. Sehingga semakin lama seseorang begadang, semakin berkurang kemampuan otaknya untuk fokus pada sesuatu.
Pakar syaraf Adrian Owen, yang bekerja dengan Medisys, mengatakan kepada Digital Journal, tidur memegang peranan penting dalam mengatur hormon yang memengaruhi rasa lapar (ghrelin, kortisol, dan leptin).
Karena itulah saat seseorang kurang tidur maka nafsu makannya meningkat sehingga menyebabkan makan berlebih yang berujung pada obesitas dan berbagai penyakit lainnya.
(ism, Sumber: Metro)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
