Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Buang Air Kecil (Foto: Shutterstock)
Dream - Lebih sering buang air kecil duduk atau berdiri? Buang air kecil dalam posisi berdiri bagi kaum pria memang lebih praktis dan sudah jadi kebiasaan. Meski ada juga yang terbiasa dengan posisi duduk atau jongkok saat buang air kecil.
Bagi banyak pria, buang air kecil dalam posisi jongkok dan duduk dianggap sebagai suatu hal yang tak lazim. Padahal, posisi tersebut ternyata jauh lebih sehat dibanding berdiri.
" Ide untuk buang air pipis dalam posisi duduk ini cukup menarik. Memang tak ada yang mengalahkan kenikmatan kencing sambil berdiri. Namun jika kamu mau duduk dan lebih memikirkan kehidupanmu, hal ini dapat menimbulkan perbedaan," jelas Dr. Jesse N. Mills dari UCLA Department of Urology, dikutip dari Men's Health.
Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Leiden University Medical Centre, Belanda, buang air kecil sambil duduk menghadirkan profil urodinamik yang lebih menguntungkan. Dalam arti lain, hal ini membuat semburan urine lebih kencang dan membantu mencegah masalah prostat.
Penelitian ini menyebut bahwa ketika seseorang buang air kecil berdiri, otot di sekitar perut bagian bawah, tulang belakang, dan panggul menjadi diaktifkan sehingga kita tak dapat buang air kecil secara sempurna.
" Duduk merupakan pilihan yang lebih baik bagi pria dengan kondisi prostat atau pria yang tak kuat berdiri dalam waktu lama," jelas Dr. Mills.

" Banyak pria yang buang air kecil dengan duduk ketika mereka tak dapat mengosongkan kandung kemihnya secara sempurna. Ketika duduk, otot perut bagian bawah lebih bisa digunakan sehingga dapat buang air hingga semburan terakhir dan mengosongkan kandung kemih lebih baik," sambung dia.
Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa masalah buang air kecil dengan berdiri juga muncul karena pria sengaja lebih menahan ketika buang air di toilet umum.
Pasalnya, pria cenderung menahan agar tak muncul suara kencang sehingga otot secara sengaja mencegah semburan kencing yang kencang.
Laporan: Rizky Wahyu Permana/ Merdeka.com
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

