Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Psychological First Aid (PFA) Dompet Dhuafa (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Dompet Dhuafa menggelar program Psychological First Aid (PFA) untuk para pengungsi di kawasan Biro Buli, Palu Selatan. Program ini bertujuan untuk mengurangi level stres para korban gempa di pengungsian.
Salah satu petugas psikologi, Absharina Izzaty mengatakan, selama program ini ada 39 anak dan 30 orang tua yang mengikuti kegiatan.
" PFA ini bertujuan untuk penghilangan kondisi psikis karena suatu bencana," kata Izzaty di lokasi pengungsian, Minggu 28 Oktober 2018 kepada jurnalis Dream yang sedang berada di Palu.
Dalam program itu, anak-anak dan orangtua diberikan terapi khusus. Salah satunya dengan membuat permainan tebak-tebakan hingga berjoget bersama. Suasana bahagia begitu terasa. Senyum tawa mereka terpancar.
Menurut perempuan yang akrab disapa Izza, biasanya para relawan memberikan pengobatan psikologi hanya untuk anak-anak.
" Orangtua juga penting. Makanya kami beri assessment," ucapnya.
Menurut Izza, proses bantuan psikologi sama pentingnya dengan bantuan logistik. " Bagi kami penting. Semua bisa bercerita," ujar dia.
Salah satu peserta, Fitri 22 tahun juga mengaku senang mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh para relawan. Fitri menuturkan, ia sering merasa takut ketika ada hujan dan gempa-gempa susulan.
" Inget kemarin, apalagi ada isu gempa lagi. Itu pasrah saja," kata Fitri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya