Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

BPOM Pastikan Vaksin Sinovac Aman, Tak Ada Efek Samping Kritikal

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 8 Desember 2020 16:00
BPOM Pastikan Vaksin Sinovac Aman, Tak Ada Efek Samping Kritikal
Penny Lukito menyatakan pihaknya masih menunggu hasil uji darah untuk melihat tingkat keefektivan vaksin.

Dream - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Lukito, memastikan vaksin Sinovac yang datang ke Indonesia aman. Inspeksi BPOM bersama MUI, Bio Farma, dan Kemenkes, ke kantor pusat Sinovac di China tidak mendapati efek samping yang kritikal dari vaksin tersebut.

" Kalau aspek mutu itu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik. Tidak ada efek samping yang kritikal. Jadi dari aspek keamanan sudah baik," ujar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan channel YouTube FMB9ID_IKP.

Sedangkan dari aspek efektivitas, Penny mengatakan pihaknya masih menunggu analisa sampel darah. Ada standar yang harus terpenuhi untuk menyatakan vaksin efektif meningkatkan antibodi.

" Kemudian kemampuannya untuk menetralisir virus yang masuk ke tubuh kita jadi meningkat antibodi kita dan cocok, dan menetralisir apabila ada virus yang masuk," ucap Penny.

Terkait izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), Penny menyebutkan itu baru bisa dikeluarkan dalam waktu tiga bulan. Tetapi hal itu bergantung pada kondisi yang terjadi.

" Untuk EUA kita bisa lihat dalam waktu tiga bulan tapi bisa jadi juga kalau pandemi tidak terlalu intensif seperti di China gitu, biasanya bisa lebih lama lagi," ucap dia.

1 dari 6 halaman

Butuh Waktu

Namun demikian, Penny menjamin masyarakat mendapatkan vaksin yang bermutu, berkhasiat dan aman. Untuk itu, BPOM memerlukan waktu guna pengumpulan data sebagai bahan kajian sebelum EUA dikeluarkan.

" Dengan demikian kita harus menunggu dulu waktu sehingga bisa mendapatkan data yang cukup dan BPOM hanya memberikan EUA apabila data yang dikaitkan dengan mutu, keamanan dan khasiat itu sudah cukup lengkap," ucap Penny.

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac siap pakai sudah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut merupakan tahapan awal dari seluruh pesanan Pemerintah.

Pada Januari nanti, sebanyak 1,8 juta vaksin siap pakai akan tiba. Selain ini, pada Desember ini dan Januari mendatang, Indonesia akan mendapat bahan baku vaksin sebanyak 15 juta dosis dan 30 juta dosis yang akan diproses oleh Bio Farma.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 6 halaman

Menko PMK: Kajian Kehalalan Vaksin Sinovac Sudah Selesai

Dream - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan kajian kehalalan vaksin Sinovac telah selesai dilakukan. Hasil kajian dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) selanjutnya akan dijadikan dasar bagi MUI untuk menerbitkan fatwa.

" Kajian dari BPJPH dan LPPOM MUI telah selesai dan akan diserahkan untuk pembuatan fatwa dan sertifikasi halal oleh MUI," ujar Muhadjir dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube Kemkominfo TV.

Muhadjir menyampaikan terima kasih kepada BPJPH dan LPPOM MUI yang telah menyelesaikan kajian tersebut. Tak lupa dia juga mengapresiasi MUI yang telah bekerja keras untuk menerbitkan fatwa.

Muhadjir juga menjelaskan dalam kaidah fikih, vaksin dalam kondisi saat ini masuk kategori ahdlarar tubiqul mahdlurat atau sesuatu yang darurat harus dihilangkan dengan cara apapun. Seandainya, kata Muhadjir, jika tidak ada satupun vaksin di dunia yang halal bukan berarti tidak bisa dipakai.

" Jadi walaupun itu statusnya tidak halal kalau itu dimaksudkan untuk menghindari dharurat, kegawatdaruratan, maka itu wajib, bukan hanya boleh, wajib digunakan," ucap Muhadjir.

3 dari 6 halaman

Tak Boleh Pilih Vaksin non-Halal Jika Sudah Ada Yang Halal

Tetapi, jika terdapat vaksin yang berstatus halal, terang Muhadjir, maka vaksin tersebut yang harus dipilih.

" Yang tidak boleh ketika dihadapkan antara vaksin yang tidak halal dengan vaksin yang halal kemudian kita memilih yang tidak halal itu yang tidak boleh," kata dia.

Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 pesanan Pemerintah dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Saat ini vaksin tersebut disimpan di fasilitas penyimpanan di kantor pusat PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat.

Vaksin siap pakai tersebut belum dapat digunakan untuk vaksinasi. Karena masih harus menunggu proses dari BPOM yang menerbitkan EUA dan terbitnya fatwa halal MUI.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 6 halaman

Dua Tahap Harus Dilalui 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Sebelum Digunakan Massal

Dream - Indonesia telah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai buatan Sinovac yang tiba di Tanah Air Minggu malam, 6 Desember 2020 sekitar pukul 21.30 WIB. Jutaan vaksin itu selanjutnya akan dibawa ke Bandung, Jawa Barat, untuk disimpan di fasilitas penyimpanan milik PT Bio Farma.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengatakan vaksin tersebut belum dapat digunakan karena pemerintah masih menunggu evaluasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

" Walaupun sudah datang dan berada di Indonesia namun vaksinasi masih harus evaluasi dari Badan POM untuk memastikan aspek mutu keamanan dan efektivitasnya," ujar Erlangga dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube FMB9ID_IKP.

Pemerintah juga akan menunggu fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketersediaan vaksin dilakukan secara bertahap sehingga vaksinasi tidak bisa dijalankan secara serempak dan diprioritaskan kepada tenaga pelayanan publik.

" Kedatangan vaksin Covid-19 ini merupakan momentum awal dari langkah nyata pemerintah dalam proses pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia, sekaligus menerjemahkan pernyataan bapak Presiden di mana keselamatan rakyat sebagai prioritas utama dalam penanganan Covid-19," kata Erlangga.

Upaya lain yang dijalankan yaitu dengan terus menggiatkan 3T meliputi testing, tracing, dan treatment. Juga mendorong masyarakat lebih disiplin lagi menerapkan 3M dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

" Pelaksanaan vaksinasi adalah upaya sangat penting dalam mengakhiri pandemi," kata dia.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

1,2 Juta Dosis Vaksin Sinovac Sudah Tiba, Jokowi: Vaksinasi Tunggu BPOM

Dream - Sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang sudah dipesan Pemerintah sudah datang. Vaksin tersebut diangkut pesawat Garuda Indonesia dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 Desember 2020 malam sekitar pukul 21.30 WIB.

" Saya ingin sampaikan satu kabar baik bahwa hari ini Pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19. Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020," ujar Presiden Joko Widodo, melalui channel YouTube Sekretariat Presiden.

Vaksin yang sudah datang sudah siap pakai. Jokowi mengatakan Pemerintah tengah mengupayakan sebanyak 1,8 juta dosis vaksin siap pakai dapat didatangkan pada awal Januari 2021.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan saat ini Pemerintah masih menunggu 15 juta dosis vaksin tiba bulan ini dan 30 juta dosis pada Januari. Vaksin tersebut akan datang dalam bentuk bahan baku.

" Dalam bulan ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma," kata Jokowi.

 

 

6 dari 6 halaman

Tunggu Proses dari BPOM

Meski begitu, Jokowi menerangkan vaksinasi belum dapat dijalankan. Vaksinasi masih menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

" Untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan," kata dia.

Selanjutnya, Jokowi juga mengatakan vaksin pesanan Pemerintah tiba secara bertahap Sehingga, vaksinasi tidak mungkin dijalankan secara serempak di seluruh Indonesia.

" Karena tidak memungkinan dilakukan vaksinasi secara serempak untuk semua penduduk, saya harap semua pihak untuk mengikuti pengumuman dan petunjuk-petunjuk dari petugas yang saat ini sudah menyiapkan vaksinasi," ucap Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi bersyukur vaksin sudah tersedia. Sehingga pandemi dapat segera diatasi.

" Kita amat bersyukur, Alhamdulillah vaksin sudah tersedia. Artinya kita bisa segera mencegah meluasnya wabah Covid-19," ucap Jokowi.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar