Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Dream - Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, mengaku telah menerima 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Vaksin tersebut tiba di Indonesia pada Minggum 6 Desember 2020.
Vaksin Covid-19 tahap awal ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Namun, vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah mendapat emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
" Tentu pemberian (vaksin) ini setelah mendapatkan izin penggunaan darurat atau yang kita kenal EUA dari Badan POM," katanya dalam konferensi pers, Selasa 8 Desember 2020.
Honesti menyebut, Bio Farma akan menyiapkan 3 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai. Sebanyak 1,2 Juta vaksin telah ada di PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Sementara sisanya, 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai baru didatangkan dari China pada akhir Desember 2020.
" Atau awal Januari paling telat (vaksin Covid-19 didatangkan dari China)," sambungnya.
Sementara itu, pemerintah berencana mendatangkan 15 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku pada pertengahan Desember ini. Pada Januari 2021, pemerintah kembali mendatangkan vaksin Covid-19 bahan baku sebanyak 30 juta dosis.
" Keseluruhan vaksin yang akan tiba semuanya jenis vaksin yang sama dengan yang tengah dilakukan uji klinis fase 3 baik di Indonesia maupun Brasil dan beberapa negara lainnya," jelas dia.
Honesti menjelaskan, dasar pemilihan vaksin Covid-19 Sinovac merujuk pada unsur keamanan, cepat dan mandiri.
Vaksin tersebut juga terjamin keamanannya karena telah melewati uji pra klinis, uji klinis tahap 1, 2 dan 3.
" Dari sisi platform atau metode pembuatan vaksin ini menggunakan platform virus yang dimatikan yang sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya. Dan platform tersebut sudah dikuasai Bio Farma. Penentu lainnya adalah sistem mutu yang dimiliki oleh Sinovac sudah dakui badan kesehatan dunia atau WHIO," tandasnya.
Sumber: merdeka.com
Dream – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah telah menyusun prioritas orang-orang yang akan mendapatkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac. Daftar prioritas itu adalah para petugas medis, TNI dan polri.
“ Sesuai dengan rekomendasi dari komite penasihat ahli imunisasi nasional, prioritas yang akan diberikan imunisasi nanti adalah pertama adalah mereka yang berada di garis depan yaitu para petugas medis, kemudian petugas non-medis yang termasuk TNI dan Polri,” kata Muhadjir Effendy dalam konferensi pers Pengadaan dan Tindak Lanjut Kedatangan Vaksin Covid-19, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 8 Desember 2020.
Prioritas penerima vaksin Covid-19 selanjutnya adalah kelompok risiko tinggi yaitu kelompok pekerja termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pelayan toko atau pramuniaga dan juga mereka yang bekerja di sektor sektor perusahaan industri para karyawan dan para pegawainya.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan memprioritaskan mereka yang melakukan contact tracking kelompok risiko dari keluarga dan kontak kasus Covid-19. Terakhir adalah administrator pemerintah yang terlibat dalam memberikan layanan publik.
“ Saya tegaskan apa yang diamanatkan presiden pada rapat rapat kabinet terbatas bahwa di dalam vaksinasi ini ada dua, yang satu perhatikan di samping mereka yang berada di garda depan itu juga harus memperhatikan tentang geospasial atau lokasi dimana terjadi kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus,” kata dia,
Menurut Muhadjir, kalangan prioritas itulah yang lebih diutamakan mengingat sebaran Covid-19 Indonesia ini tidak merata dan di mana saja kemungkinan terjadi penumpukan partikel-partikel virus dan tidak.
Presiden juga meminta faktor peta sebaran Covid-19 mendapat perhatian penuh dalam penetapkan masyarakat penerima vaksin tersebut.
“ Sehingga penggunaan vaksin nanti betul-betul efisien tidak asal hantam merata, tapi berdasarkan seleksi siapa yang paling berada di garda depan yang sangat rentan sebagai orang yang akan terinfeksi maupun penyebar,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Tira Santia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya