Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Jakartakita.com)
Dream - Seorang anak lelaki berusia 10 tahun alat vitalnya putus ketika dikhitan. Rupanya dokter yang menyunat anak tersebut melakukan kesalahan dengan 'memotong terlalu banyak'.
Peristiwa cukup mengejutkan itu terjadi di sebuah klinik keluarga di Cheras, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa lalu.
Menurut laporan, insiden itu terjadi ketika korban dikhitan menggunakan metode laser pada pukul 20.20 waktu setempat.
Sumber di kepolisian KL mengatakan, operasi tersebut dilakukan seorang dokter berpengalaman, berusia sekitar akhir 40-an.
" Intinya dokter secara tidak sengaja kelebihan potong hingga ke bagian kepala kemaluan anak itu saat melakukan operasi laser," kata sumber itu, sebagaimana dikutip Dream dari hmetro.com.my, Kamis 29 Desember 2016.
© Dream
Sesaat setelah kejadian tersebut, dokter segera memberitahu keluarga sang anak, sebelum akhirnya dikirim ke Rumah Sakit Kanselir Tuanku Mukhriz (HCTM) untuk perawatan lebih lanjut.
" Pihak HCTM kemudian mengirim korban ke Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL) untuk melakukan penyambungan bagian kemaluan yang terputus itu. Korban kini masih dirawat di HKL dan dilaporkan stabil," tambah sumber tersebut.
Keluarga anak itu kemudian membuat laporan di Kantor Polisi HKL, setelah mendapat rekomendasi dari pihak rumah sakit soal unsur kelalaian.
Kepada polisi, dokter itu mengaku kelebihan potong pada bagian kepala kemaluan sang anak. Dia mengaku tidak sengaja. " Dan ia turut membuat laporan di Kantor Polisi Batu 9, Cheras, setelah kejadian itu."
Namun, kata sumber itu, hasil pemeriksaan polisi menemukan fakta bahwa klinik itu belum didaftarkan ke Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) karena tidak memiliki formulir B atau sertifikat izin dari Departemen Kesehatan untuk membuka klinik.
" Saat ini penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan atas insiden tersebut," kata sumber itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun