Office Boy Mogok, Para Hakim Nyambi Tukang Bersih Pengadilan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 Juli 2018 16:00
Office Boy Mogok, Para Hakim Nyambi Tukang Bersih Pengadilan
Gedung pengadilan tinggi Kuala Lumpur kotor lantaran para petugas kebersihan mogok kerja.

Dream - Tugas hakim, tentu kita pahami, memeriksa dan memutuskan perkara. Mereka seharusnya tidak perlu repot dengan urusan sepele seperti menyapu lantai atau membersihkan toilet.

Tetapi, kegiatan ringan itu malah jadi agenda bersama para hakim di Pengadilan Kuala Lumpur, Malaysia.

Akhir pekan lalu, sebanyak 200 orang yang terdiri dari hakim pengadilan tinggi, hakim pengadilan banding, hakim tingkat pertama, panitera dan staf serta seorang pengacara melepas toga mereka dan turun membersihkan kantor mereka.

Kegiatan itu terpaksa mereka lakukan karena para petugas kebersihan pengadilan mogok kerja. Mereka sedang bersengketa dengan pihak kontraktor terkait upah.

Dikutip dari Straits Times, mulai dari jam 10 pagi waktu setempat pada Minggu, 29 Juli 2018, hakim menyapu dan mengepel seluruh koridor di gedung delapan lantai itu. Mereka juga mencuci seluruh toilet.

Kepala Pengadilan, Hakim Richard Malanjum, dan Ketua Hakim Malaysia, Zaharah Ibrahim memimpin agenda gotong royong tersebut. Hakim Malanjum tampak sangat bersemangat.

Malanjum mengatakan tidak meminta para hakim untuk turut serta membersihkan gedung. Menurut dia, para hakim itu berinisiatif sendiri untuk bergabung.

Asisten Administrasi Pengadilan, Faziah Ahmad, mengaku melibatkan diri karena merasa pengadilan tidak boleh dibiarkan dalam keadaan kotor.

" Anda tentu tidak ingin membiarkannya seperti ini. Ada juga yang berinisiatif membersihkan toilet sendiri sebelum gotong royong ini," kata Faziah.

 

1 dari 1 halaman

Pengacara Bersihkan Toilet

Satu-satunya pengacara yang terlibat dalam gotong royong ini adalah pengacara kasus kriminal, Kitson Foong. Dia membersihkan toilet yang sering dipakainya.

" Anda tidak bisa hanya berdiri lalu mengeluh soal betapa kotornya ini. Anda harus siap tangan Anda kotor, tidak ada yang menginginkan hal ini. Apapun sengketa kontrak tersebut, itu untuk lain hari," kata Foong.

Foong menyesalkan hanya dia satu-satunya pengacara yang ikut membersihkan pengadilan. Padahal, banyak rekannya yang tergabung dalam asosiasi pengacara Malaysia sering menangani perkara di pengadilan tersebut.

Ketua Hakim Malaysia, Zaharah, mengatakan sengketa antara kontraktor dengan para petugas kebersihan imembuat gedung pengadilan sangat kotor. Dia menyatakan persoalan ini sudah disampaikan kepada kontraktor dan perusahaan itu berjanji akan menyelesaikan persoalan yang terjadi pada Senin.

" Kami mengambil sejumlah langkah untuk mencegah persoalan semacam ini tidak terulang," kata Zaharah.

Perfect Three Solution Sdn Bhd, perusahaan yang menjadi penyedia jasa tenaga kebersihan di pengadilan tersebut menyatakan para petugas kebersihan mengatakan hanya akan mogok sepekan.

Mereka bersedia kembali bekerja setelah upah dibayarkan. Tetapi, kenyataannya mereka tidak kembali.

" Kami tidak mengharapkan ini," kata juru bicara perusahaan tersebut.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'