Jokowi Harap Vaksinasi Nasional Rampung Akhir Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 23 Februari 2021 19:03
Jokowi Harap Vaksinasi Nasional Rampung Akhir Tahun
Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin untuk kebutuhan nasional.

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan program vaksinasi nasional sudah berjalan. Dia berharap program ini dapat segera selesai sehingga Indonesia cepat bebas dari pandemi Covid-19.

" Saya berharap proses vaksinasi ini terus dan dapat rampung pada akhir tahun ini," ujar Jokowi saat pembukaan International Conference on Tackling the Covid-19 Pandemic, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengakui ini merupakan tantangan berat. Tetapi dia menegaskan pemerintah dan semua pihak tetap berusaha keras target tersebut dapat tercapai.

Indonesia, kata Jokowi, telah mengamankan vaksin untuk kebutuhan nasional. Bahkan Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang sudah menjalankan vaksinasi.

Meski demikian, Indonesia berkomitmen untuk mendorong kesetaraan akses terhadap vaksinasi. Sehingga semua negara bisa mendapatkan akses vaksin untuk kebutuhan rakyatnya.

" Sudah menjadi tekad Indonesia untuk mengamankan akses vaksin bagi kebutuhan nasional namun selalu berupaya untuk berkontribusi bagi negara-negara, bagi dunia," kata Jokowi.

 

 

1 dari 3 halaman

Dorong Kesetaraan Akses Vaksin ke PBB

Jokowi menegaskan kesetaraan akses sangat penting. Dia pun terus mendorong isu ini ke dunia.

" Pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua terus saya bawakan sampai di tingkat PBB," kata Jokowi.

Namun begitu, Jokowi mengingatkan ketersediaan vaksin bukan berarti menyelesaikan masalah. Protokol kesehatan tetap harus dijalankan secara disiplin.

" Dan terus melakukan tracing, testing, dan treatment," kata Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Lagi Santunan Ahli Waris Covid-19 Rp15 Juta dari Kemensos

Dream - Kementerian Sosial meniadakan program santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sehingga pada tahun anggaran 2021, keluarga pasien Covid-19 meninggal dunia tidak lagi mendapat santunan sebesar Rp15 juta.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang Rekomendasi dan Usulan Santunan Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Covid-19.

SE ini mencabut keputusan sebelumnya dalam surat Nomor 427/3/2/BS.01.02/06/2020 tentang Pemberian Santunan Korban Covid-19 yang menganggarkan santunan sebesar Rp15 juta.

" Pada Tahun Anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 bagi ahli waris pada Kementerian Sosial RI," demikian bunyi surat tersebut, ditandatangani Direktur PSKBS) Kemensos, Sunarti, diakses dari Kemensos.go.id.

 

3 dari 3 halaman

Rekomendasi Daerah Tak Bisa Ditindaklanjuti

Karena tidak ada alokasi, Kemensos menyatakan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti.

Surat tersebut juga memuat ketentuan Kepala Dinas Sosial Provinsi untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota.

" Selanjutnya untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan lagi pada Kementerian Sosial RI," demikian keputusan tersebut.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar