Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Kesehatan memastikan vaksin Sinovac yang disuntikkan kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo, berisi virus mati atau inactivated. Vaksin itu diklaim tidak akan menyebabkan seseorang terinfeksi Covid-19.
" Jadi hampir tidak mungkin) menyebabkan seseorang terinfeksi," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, dalam keterangan tertulis.
Purnomo menyatakan positif terpapar Covid-19 pada Kamis 21 Januari 2021. Padahal beberapa hari sebelumnya dia sudah mendapatkan suntikan vaksin. Menurut Nadia, kemungkinan besar Purnomo terpapar sebelum mejalani suntik vaksin.
" Jika melihat sequence waktunya, sangat mungkin pada saat Bupati divaksin, beliau dalam masa inkubasi di mana sudah terpapar virus tapi belum bergejala," tambah Nadia.
Menurut Nadia, secara alamiah, gejala akan muncul dalam waktu lima hingga enam hari setelah terpapar. Dia menyebut perhitungan ini pas, mengingat vaksinasi pada Purnomo dilaksanakan pada 14 Januari 2021 dan hasil swab PCR positif keluar pada 20 Januari 2021.
" Namun kejadian ini tentu tetap dilaporkan sebagai KIPI," kata Nadia.
Sejak awal, tegas Nadia, sudah ditekankan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan dalam dua kali dosis penyuntikan. Ini karena sistem imun membutuhkan waktu untuk mengetahui cara efektif melawan virus melalui paparan.
Suntikan pertama untuk memicu respon kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respon imun yang telah terbentuk.
" Hal ini memicu respon antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang," kata Nadia.
Hal yang sama juga berlaku untuk vaksin lain seperti cacar air, hepatitis A, herpes zoster (cacar ular). Bahkan beberapa vaksin butuh dosis lebih banyak, seperti vaksin DTaP untuk difteri, tetanus, dan pertusis.
" Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan," terang Nadia.
Lebih lanjut, Nadia berpesan kepada masyarakat meski ada vaksinasi, kewajiban menjalankan protokol kesehatan tetap berlaku. Sebab masih diperlukan waktu agar kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terjadi.
" Sehingga upaya 3M, 3T, dan vaksinasi harus tetap dijalankan," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan informasi dia dinyatakan positif Covid-19 lewat akun Instagramnya, @sripurnomosp. Saat ini, dia sedang menjalani isolasi mandiri.
Purnomo menjelaskan dia sempat menjalani tes usab antigen pada Rabu, 21 Januari 2021. Hasilnya, Purnomo dinyatakan positif Covid-19.
" Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, di mana hasil yang saya terima pagi ini (Kamis, 21 Januari 2021) dinyatakan positif," ujar Pramono.
Setelah dinyatakan positif, Purnomo mendatangi rumah sakit pukul 13.00 WIB untuk melakukan rontgen thorax dan CT scan thorax. Dia bersyukur hasilnya dinyatakan bagus dan paru-parunya bersih.
" Kondisi kesehatan saya hari ini Alhamdulillah 100 persen sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun," kata Purnomo.
Dia mengaku pada Selasa malam, 19 Januari 2021, sempat batuk. Suhu tubuhnya juga naik 37,6 derajat.
Usai dinyatakan positif, seluruh keluarga dan staf di Rumah Dinas Bupati Sleman serta pihak yang pernah kontak dekat dengan Purnomo diminta untuk melakukan tes usap antigen. Hasilnya, seluruhnya negatif.
Kabar ini cukup mengejutkan. Sebab, Purnomo diketahui sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
" Saya ingatkan vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin hanya mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat," kata dia.
Purnomo mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan meskipun nantinya sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
" Saya mengimbau bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun serta jaga jarak dan hindari kerumunan," kata Purnomo.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya