5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Rex Features)
Dream - Beberapa orang sengaja memilih kursi di samping jendela saat dalam penerbangan. Sementara yang lain tak terlalu memikirkan posisi kursinya saat di pesawat.
Dan, beberapa psikolog mengatakan, ternyata ada alasan di balik itu. Menurut mereka, pilihan kursi pesawat dapat mencerminkan kepribadian seseorang. Orang yang memilih kursi dekat jendela cenderung egois dan " pengendali" , kata mereka. Sementara orang yang memilih kursi di dekat " lorong" cenderung introvert.
Psikiater Jonathan Bricker juga menyebut jika orang yang memilih kursi di dekat lorong adalah mereka yang suka mengekspresikan kebebasan. Sebab di posisi kursi paling pinggir, mereka tidak perlu meminta izin untuk bangun memeriksa barang di atas atau pergi ke toilet. Dengan begitu mereka tak perlu berinteraksi dengan penumpang lain, karena itulah mereka dikatakan introvert.
Sementara itu, Psikolog Harley Street, Becky Spelman mengatakan kepada Telegraph, para penggemar kursi jendela cenderung suka " mengendalikan" . Mereka cenderung dominan terhadap orang lain dalam kehidupan, dan seringkali lebih mudah tersinggung.
Psikolog Perilaku, Jo Hemmings menambahkan bahwa penggemar kursi jendela umumnya lebih egois. Tetapi anggota awak kabin sebuah maskapai penerbangan besar Eropa yang mungkin menjadi pakar utama perilaku penumpang mengatakan kepada The Independent bahwa gagasan tentang kepribadian berdasarkan kursi itu tidak benar.
" Sejujurnya saya katakan, selama 20 tahun menjadi awak kabin saya tidak pernah melihat ini," katanya. " Saya telah melayani banyak orang di kursi jendela atau kursi paling pinggir dan mereka ekstrovert, malu, menuntut, pendiam, sederhana dan sebagainya. Saya tidak pernah bisa menentukan jenis penumpang tertentu."
(Sumber: independent.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?