Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Vaksin Corona (Foto: Shuttersrick)
Dream - Rusia menjadi negara pertama yang mengklaim telah menemukan vaksin Covid-19 dan resmi terdaftar. Untuk membuktikan keamanan vaksin itu, Presiden Vladimir Putin sampai mengizinkan putrinya menjadi salah satu relawan yang telah disuntik vaksin tersebut.
Namun kabar gembira penemuan vaksin yang dinantikan warga dunia itu memicu keraguan. Banyak pihak meragukan proses pembuatan Vaksin yang begitu cepat di saat banyak negara maju baru memasuki uji klinis tahap tiga.
Keraguan tentang vaksin ini disampaikan oleh Pakar Penyakit Menular Amerika, Dr Anthony Fauci dalam wawancara dengan ABC News. Ia sangat meragukan vaksin yang diberi nama Sputnik V yang diklaim aman dan efektif.
" Saya berharap Rusia benar-benar membuktikan secara definitif bahwa vaksin itu aman dan efektif," kata Fauci. " Saya benar-benar ragu mereka telah melakukan itu."
Dilansir dari Merdeka.com, Kementerian Kesehatan Rusia menyetuji peredaran vaksin tersebut dalam kurun waktu dua bulan uji coba.
Keraguan akan vaksin milik Rusia juga dilontarkan oleh Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn. Ia mengatakan sangat skeptis tentang Rusia yang menjadi negara pertama dalam memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19.
" Ini bukan tentang menjadi yang pertama entah bagaimana - ini tentang memiliki vaksin yang efektif, teruji, dan karenanya aman," kata Spahn kepada radio Deutschlandfunk.
" Untuk mendapatkan kepercayaan pada vaksin semacam itu, saya pikir sangat, sangat penting, bahkan selama pandemi, untuk melakukan studi dengan benar, tes yang relevan dan terutama mempublikasikannya. Masalahnya adalah kami hanya tahu sedikit tentang itu karena otoritas Rusia tidak terlalu transparan, " katanya.
" Ini bukan tentang menjadi yang pertama entah bagaimana - ini tentang memiliki vaksin yang efektif, teruji, dan karenanya aman," kata Spahn kepada radio Deutschlandfunk.
" Untuk mendapatkan kepercayaan pada vaksin semacam itu, saya pikir sangat, sangat penting, bahkan selama pandemi, untuk melakukan studi dengan benar, tes yang relevan dan terutama mempublikasikannya. Masalahnya adalah kami hanya tahu sedikit tentang itu karena otoritas Rusia tidak terlalu transparan," katanya.
Di sisi lain, Israel menyatakan akan meneliti vaksin Covid-19 buatan Rusia dan akan merundingkan pembelian vaksin tersebut jika terbukti mampu menjadi sebuah " produk serius" , kata menteri kesehatan Israel.
" Kami mengikuti secara cermat setiap laporan, tak peduli dari negara mana saja," kata Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein kepada wartawan.
" Kami sudah mendiskusikan laporan dari pusat riset di Rusia soal pengembangan vaksin.
" Jika kami yakin ini adalah produk serius, kami juga akan berupaya melakukan negosiasi. Tetapi saya tidak ingin menipu siapa pun. Staf profesional kementerian sedang mengerjakan ini sepanjang waktu. Vaksin tidak akan tiba besok," katanya.
Israel sedang mengembangkan calon vaksinnya sendiri dan berencana memulai uji klinis pada manusia secepatnya pada Oktober. Pihaknya juga meneken kontrak dengan produsen obat Moderna dan Arcturus Therapeutics sebagai opsi pembelian calon vaksin mereka.
Meski diragukan oleh banyak negara, Rusia mengungkapkan 20 negara dari Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia telah memesan vaksin itu.
Dalam sebuah konferensi pengumuman pendaftaran vaksin, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) menjelaskan pihaknya telah menerima pesanan 1 miliar dosis.
" Bersama dengan rekan luar negeri kami, kita siap memproduksi lebih dari 500 juta dosis vaksin setiap tahun," kata Kirill Dmitriev, dikutip dari Merdeka.com.
Semua yang diproduksi di Rusia akan digunakan di dalam negeri, dan dosis untuk penggunaan di negara lain akan dibuat di luar negeri.
Menurut Dmitriev, RDIF juga bekerja untuk program bantuan kemanusiaan untuk negara-negara berkembang, dengan tujuan membuat vaksin Covid-19 tersedia di negara-negara yang tidak mampu memproduksi atau membeli sendiri.
Dari Filipina, Presiden Rodrigo Duterte mengatakan dirinya ingin berpartisipasi dalam uji coba, sembari menyambut tawaran pengiriman vaksin dari Moskow yang diharapkan akan bebas biaya.
Rusia berharap persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19 potensial bisa keluar bulan ini dan siap mengirimkannya ke Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk produksi massal.
Angka kasus di Filipina salah satu tertinggi di Asia, naik menjadi 136.638 pada Senin setelah data harian meningkat menjadi 6.958 kasus.
" Saya akan menyampaikan ke Presiden (Vladimir) Putin bahwa saya punya kepercayaan besar dalam penelitian Anda dalam melawan Covid dan saya percaya vaksin yang Anda produksi sangat baik bagi kemanusiaan," kata Duterte di sebuah tayangan televisi pada Senin, dikutip dari Aljazeera, Rabu 12 Agustus 202-.
Untuk menghilangkan ketakutan publik, Duterte menawarkan diri sebagai kelinci percobaan saat vaksin tersebut nantinya tiba di Filipina.
" Saya bisa jadi yang pertama yang mereka bisa jadikan percobaan," cetusnya.
Kantornya pada Selasa mengatakan Filipina siap untuk bekerja sama dengan Rusia dalam uji coba vaksin, pasokan dan produksi.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya