Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (geiselmed.dartmouth.edu)
Dream - Anda pasti pernah merasakan pengalaman kesulitan membaca resep yang ditulis oleh dokter. Bukan soal istilah yang rumit, karena memang tulisan pada kertas resep itu jelek. Nyaris tak bisa dibaca orang awam.
Dan mungkin Anda hanya menggerutu dalam hati. Mengeluh, mengapa tulisan dokter sulit dibaca. Tapi setelah itu melupakan kekesalan itu, karena menganggap begitulah tulisan resep dari dokter pada umumnya. Hehehe...
Tapi lihatlah apa yang dilakukan oleh seorang pasien di Kota Liangyugang, Provinsi Jiangsu, China, ini. Lelaki ini meluapkan kekesalannya dengan memposting resep dengan tulisan tangan yang dianggap sangat jelek itu ke media sosial. Dia bingung dan mengamuk.
Zhang, demikian marga pasien itu. Pria ini mengunggah riwayat penyakitnya yang ditulis oleh dokter ke media sosial. Pada foto yang diunggah itu, tulisan tangan pad akertas-kertas itu memang terlihat sangat jelek. Seperti coretan-coretan acak, yang tak bisa dibaca.

Foto itu jelas mengundang perdebatan di antara pengguna media sosial negeri Tirai Bambu itu. Banyak di antara mereka mengaku selalu kesulitan membaca resep maupun riwayat penyakit yang dtuliskan oleh dokter meraka.
Bahkan mereka juga khawatir akan terjadi kesalahpahaman di antara petugas medis apabila tulisan-tulisan itu sulit dibaca. “ Suatu kali aku meminta dokter membaca riwayat kesehatanku, dokter tidak mengeri, aku juga,” tulis pemilik akun @1992Liudandan.
“ Aku khawatir apoteker akan salah memberi obat [untuk pasien dengan melihat diagnosis ini],” tulis pemilik akun @mehanxuan_, mengomentari foto yang diunggah itu.
Memang ada salah satu pengguna media sosial yang menjelaskan mungkin dokter tak punya banyak waktu untuk menulis bagus karena harus mengecek pasien yang sangat banyak. Penjelasan ini justru mengundang pertanyaan dari pengguna media sosial. Kata netizen, para dokter seharusnya punya waktu untuk para asien mereka.

Beijing Morning News yang mengutip otoritas kesehatan di banyak provinsi, menuliskan bahwa petugas secara teratur memeriksa rumah sakit dan melihat apakah dokter mengikuti aturan mengenai tulisan tangan dan riwayat medis.
Aturan tentang spesifikasi tulisan tangan dokter dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan pada tahun 2012, dan mulai berlaku secara resmi pada tahun 2013. Menurut spesifikasi, tulisan tangan dokter harus terbaca dan menggunakan tanda baca yang benar. Tulisan dokter juga harus rinci setiap kalimatnya.
Dengan aturan itu, tahun lalu ada 7 dokter di Provinsi Zhejiang yang didenda karena tulisan tangan mereka jelek, yang menyebabkan pasien tak bisa membaca resep maupun riwayat kesehatan mereka.
Liu Yuanli, President Sekolah Kesehatan Masyarakat dari Beijing Union Medical College, mengatakan tulisan tangan tentang riwayat kesehatan pasien harus segera ditinggalkan dan beralih ke sistim digital, e-medical. (Sumber: CCTV News)
© Dream
Dream - Seringkali, setiap kita berkunjung ke dokter dan memperoleh resep, tulisan yang tertera di resep tersebut sulit terbaca. Tulisan di resep itu lebih terlihat seperti coretan anak-anak yang sedang belajar menulis.
Tapi, ternyata ada kode rahasia pada setiap resep dokter. Dokter memang biasa menjaga kerahasiaan resep yang ditulisnya agar si pasien tidak dengan mudah menggunakan resep itu. Karena setiap resep obat yang diberikan dokter memerlukan diagnosis terhadap penyakit pasien terlebih dahulu.
Biasanya, dalam resep dokter ada singkatan-singkatan yang merujuk pada istilah ilmiah tertentu. Misalnya, a.c, b.d, dan b.i.n. Singkatan a.c merupakan kependekan dari ante coenam (sebelum makan); b.d berarti bis die (dua kali sehari); adapun b.i.n berarti bis in noctus (dua kali semalam), cap berarti capsula (kapsul), gtt artinya gutta (diteteskan) dan p.c. artinya post coenam (setelah makan) dan lain sebagainya.
Jeleknya tulisan dokter pada resep ternyata mengandung tujuan sangat penting bagi ilmu kedokteran.
Pertama, karena pasien tidak akan mudah memahami isi resep, jika resep obat yang ditulis dokter mudah dipahami pasien, maka dapat dimungkinkan bahwa pasien tersebut akan membeli obat yang sama di apotik jika mengalami gejala yang sama tanpa perlu periksa ke dokter. Padahal tindakan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatannya.
Kedua, Pasien dapat melakukan kesalahan persepsi jika memahami isi resep tersebut. Itulah alasan mengapa tulisan dokter pada resep obat sangat susah untuk dibaca dan inilah rahasia kode pada resep dokter yang bertujuan untuk melindungi kerahasiaan resep obat agar tidak disalahgunakan.
© Dream
Dream - Masyarakat Indonesia masih banyak yang mempercayai mitos-mitos atau suatu larangan yang belum diketahui kebenarannya dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satunya mitos yang masih dipercaya adalah larangan menyapu pada malam hari. Kepercayaan masyarakat menyebutkan seseorang yang menyapu di malam hari atau saat waktu gelap gulit, akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan rezeki.
Menyapu di malam hari juga dikatakan dapat membuang rezeki yang telah terkumpul sejak pagi hari. Bahkan ada pula yang berpendapat selain dapat menghilangkan rezeki, menyapu pada malam hari juga dapat mengundang nasib yang kurang baik.
Namun bila dilihat dari sisi logisnya, menyapu pada malam hari akan mempengaruhi daya lihat yang tak seluas pada siang hari.
Hal itu dapat mempersempit ruang lihat dan ruang gerak sehingga mempengaruhi tingkat kebersihan. Selain itu dari segi kesehatan bisa saja anda terserang dinginnya angin malam sehingga menyebabkan anda mengalami masuk angin.
© Dream
Dream - Meluangkan waktu untuk menonton film demi merileksasikan pikiran dan berhenti dari rutinitas sejenak merupakan pilihan yang terbaik. Bila anda sering mengunjungi bioskop atau teater untuk menonton sebuah film, tentu sudah paham betul dengan dekorasi serta penataa ruang didalam bioskop.
Deretan kursi yang lebih sering didominasi warna merah menjadi ciri khas suatu ruang bioskop. Uurtan abjad menjadi susunan kursi penonton, namun tahukah anda mengapa urutan huruf " I" dan " O" tidak ada dalam barisan?.
Rupanya pihak cineplex sengaja menghilangkan huruf I dan O dikarenakan untuk memberikan kemudahan dalam membedakan huruf 1 dan 0. Ruang bioskop yang gelap seringkali membuat mata penonton terkecoh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya