Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Sudah Sampai Mana?

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 18 Oktober 2020 09:37
Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Sudah Sampai Mana?
"Program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin".

 

Dream - Pengadaan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia, telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebanyak 170 juta jiwa, atau sekitar 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun.

Hal ini harus ditangani dengan baik. Mulai awal, uji klinis fase 3, produksi hingga distribusi dilakuka Bio Farma. Baik dari tingkat provinsi sampai dengan tingkat puskesmas, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

“ Oleh karenanya, program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin dari seluruh stakeholder, sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur, dan juga dieksekusi sehingga nanti masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat," ujar Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma, dalam kegiatan kunjungan Inspeksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada hari Jum’at 16 Oktober 2020 dikutip dari rilis yang diterima Dream.

Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia, mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada tim peneliti uji klinis fase 3 dan tim Bio Farma, yang sudah menjalankan uji klinis fase 3 sesuai dengan rencana dan time line yang ketat.

“ Kami berharap juga, agar kegiatan uji klinis fase 3 ini, dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggung jawabkan”, ujar Riska.

 

1 dari 4 halaman

Riska menambahkan sampai dengan hari ini, tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping yang berat atau serius dari relawan vaksin Covid-19. Hasil dari uji klinis ini, nantinya dapat menjadi data pendukung bagi Badan POM saat mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang akan diajukan oleh Bio Farma pada saat uji klinis fase 3 sudah berakhir.

Ilustrasi Uji Coba Vaksin Corona© Pexels.com

Hasil dari uji klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung, akan digabungkan dengan hasil uji klinis fase 3 yang ada di negara lain seperti Brazil, Chille, Turki dan Bangladesh.

“ Uji klinis fase 3 ini dilakukan multi center study atau dilakukan dibanyak tempat. Hal ini berarti uji klinis tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di empat negara lainnya. Hasil dari setiap uji klinis di lima negara tersebut, akan digabungkan dan dijadikan dasar sebagai pemberian izin untuk memproduksi vaksin Covid-19," kata Riska.

 

2 dari 4 halaman

Setelah uji klinis fase 3 selesai, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh Bio Farma. Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China.

Pihak LP POM MUI juga akan ikut untuk melaksanakan audit halal. Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 masih berjalan di minggu kedua bulan Oktober 2020.

Perkembangan pembuatan vaksin menunjukkan progres yang cukup baik. Meski demikian kita tetap harus melakukan protokol kesehatan yang tak boleh disepelekan. Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Pakai Masker Saja Tak Cukup Cegah Covid-19, Mengapa?

Dream - Ada tiga protokol kesehatan yang selalu diingatkan untuk selalu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak 2 meter (3M).

Bukan hanya mengenakan masker, dua hal lainnya juga harus dilakukan secara bersamaan. Tak bisa hanya dilakukan salah satu demi menurunkan risiko penularan. 

Jadi kita tak bisa hanya mengenakan masker, tapi juga menjaga jarak hindari kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun. Vaksin pun juga harus diberikan meskipun tiga hal tersebut sudah dilakukan.

Sahabat Dream penasaran mengapa demikian?

 

4 dari 4 halaman

Dokter Riezkie, asal Malang memberikan penjelasan yang cukup sederhana melalui akun Twitter.

Ia menjelaskan protokol kesehatan harus dilakukan karena satu metode pencegahan memiliki kekurangan, tidak ada yang sempurna. Semua harus dikerjaan agar pencegahan jadi efektif dan optimal.

 

" Sehingga kita berupaya melakukan metode lain agar mendapatkan perlindungan semaksimal mungkin," tulis dr. Riezkie dalam cuitannya.

Jadi pastikan melakukan ketiga metode pencegahan secara bersamaan ya, Sahabat Dream.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

 

 

Beri Komentar