5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Laga Timnas Saudi Lawan Rusia Di Pembukaan Piala Dunia 2018 (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Masyarakat dunia kini tengah dilanda demam sepak bola dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia. Tim dari tiap-tiap negara bertanding demi meraih gelar juara dunia sepak bola.
Demam ini juga dirasakan umat Islam. Banyak saudara kita yang berusaha sebisa mungkin tidak melewatkan tim jagoan mereka bertanding.
Tetapi, terdapat anggapan pada sebagian umat Islam bahwa sepak bola haram. Alasannya bermacam-macam, mulai soal aurat, judi, dan lain sebagainya.
Terkait anggapan ini, pakar tafsir Quraish Shihab memberikan penjelasan cukup jernih. Dalam video wawancara dengan Najwa Shihab, Quraish memberikan jawaban terkait status sebenarnya dari sepakbola.
Wawancara tersebut disiarkan Narasi.tv dalam program Shihab & Shihab. Petikan video program tersebut diunggah di channel YouTube Najwa Shihab.
Dalam video tersebut, Quraish menjelaskan salah satu alasan pengharaman sepak bola adalah aurat yang terbuka. Menurut dia, para pendukung sepak bola haram berpegang pada kostum para pemain yang menampakkan aurat.
" Kemudian nanti ada yang menghubung-hubungkan lagi dengan yang lain, walaupun sebenarnya penghubungan itu tidak tepat," ujar Quraish.
Quraish menjelaskan, sebenarnya pendapat aurat yang terbuka tidak bisa dijadikan dasar dalam pengharaman sepak bola. Sebab, menurut dia, pakaian para pemain sepakbola sudah bisa dianggap menutup aurat.
" Kita bisa perhatikan sebagian pemain bila memakai celana sampai di atas lututnya, terus kaos kaki sampai atas, itu sudah menutup aurat," kata Quraish.
Apalagi, ucap dia, ada ulama yang menyatakan paha bukan bagian dari aurat laki-laki. Sehingga pakaian pemain sepak bola tidak tepat dijadikan alasan pengharaman.
" Jadi itu bukan alasan yang menyatakan bahwa itu harus diharamkan," tutur Quraish.
Berikut video penjelasan Quraish Shihab mengenai status sepak bola dalam tinjauan Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?