Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mohammad Abdul Faqih Menerima Sertifikat Penghargaan (kemenag.go.id)
Faqih mulai menghafal Alquran sejak berusia 8 tahun.
Dream - Muhammad Abdul Faqih asal Lopait, Tuntang, Semarang, Jawa Tengah tidak pernah membayangkan dinobatkan sebagai juara I Musabaqah Hifzil Quran wa Hadis (MHQH) tingkat ASEAN dan Pasifik.
"Alhamdulillah, saya tidak menyangka dapat juara I pada perlombaan MHQH ini," ujar Faqih, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat, 23 Maret 2018.
Kemampuan menghafal Alquran sudah dimiliki Faqih sejak kecil. Putra ketiga dari pasangan Muhammad Rifai dan Sri Purwanti ini mengaku mulai menghafal Alquran sejak berusia 8 tahun.
"Sudah hafal 30 juz pada umur 11 tahun," kata Faqih.
Faqih mengatakan sejak lulus SD, dia menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Ma'had 'Aly Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, sembari berkuliah di Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Sejumlah prestasi telah ditorehkan hafiz muda ini. Pada 2015, mewakili Kabupaten Semarang, Faqih meraih juara I seleksi Hafiz Quran tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dia kemudian ditunjuk menjadi wakil Jawa Tengah pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Juli 2016. Di ajang ini, Faqih meraih juara II.
Sedangkan tahun lalu, Faqih meraih juara III dalam ajang Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Juara I dan II diraih hafiz Bangladesh serta Nigeria.
MHQH merupakan ajang tahunan untuk menjaring bakat di bidang hafalan Alquran dan hadis. Ajang ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Sultan bin Abdulaziz Al Saud dengan Kementerian Agama Indonesia.
Faqih mendapat sertifikat penghargaan yang diserahkan sendiri oleh Pangeran Khalib bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
(Sah)