Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
BAZNAS Menargetkan Penghimpunan Dana Zakat Nasional Sebesar Rp7,8 Triliun Pada 2018. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Badan pengelola zakat ini membukukan kenaikan pengelolaan zakat.
Dream – Badan Zakat Amil Nasional (BAZNAS) menargetkan penghimpunan zakat dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) pada 2018 akan meningkat menjadi Rp7,8 triliun.
Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta mengungkapkan pada tahun 2016 lalu, penghimpunan zakat dan DKSL baru mencapai Rp5,12 triliun.
“BAZNAS memperkirakan target pencapaian zakat nasional sepanjang tahun 2017 mencapai Rp6 triliun,” kata dia di Jakarta.
Arifin melanjutkan total penghimpunan khusus dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS sepanjang tahun ini mencapai Rp155 miliar. Pengelolaan dana ZIS ini meningkat 40 persen dari tahun 2016 yang mencapai sebesar Rp111 miliar.
Pencapaian Baznas ini lebih tinggi dari rata-rata pengelolaan zakat nasional tahun 2017 yang diperoleh Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten atau Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang meningkat 20 persen.
Peningkatan pengelolaan dana ZIS tak lepas dari beragam inovasi yang dilakukan BAZNAS, seperti kampanye di berbagai media.
“Kami melakukan kampanye di berbagai media. Kemudian, kami juga meningkatkan pelayanan agar muzaki lebih mudah menunaikan zakat,” kata dia.
Arifin mengatakan 80 persen zakat yang dihimpun oleh BAZNAS sudah tersalurkan kepada penerimanya. “Dalam segi manajerial, ini sangat efektif,” kata dia.
(Sah)