Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Meski belum dapat memastikan kapan kerangka acuan mengenai kereta berkecepatan menengah Jakarta-Bandung akan selesai, Darmin mengatakan proses tendernya akan sedikit berbeda dengan yang sudah dilakukan.
Setelah ada kerangka acuan, pemerintah Indonesia akan membuka tender proyek tersebut dan mempersilakan Jepang dan China untuk ikut kembali. Hal ini disampaikan Darmin ketika bertemu dengan Duta Besar Jepang di Indonesia.
" Salah satu tujuan mengundang mereka ke sini juga itu, menanyakan apakah mereka masih berminat atau tidak dengan proyek baru kita. Dubes Jepang tadi mengatakan akan langsung melapor kepada pemerintah pusatnya," tutur Darmin di kantornya, Jakarta, 4 September 2015.
Darmin menjelaskan, di antara proposal yang masuk nantinya akan dipilih beberapa bidder atau penawar unggulan. Sementara peserta proyek yang tak masuk kategori unggulan akan ditempatkan pada antrian cadangan.
" Perundingan akan dilakukan dengan bidder unggulan, jika dengan mereka perundingan berhasil, selesai, dia yang menang," ujar Darmin. " Tapi kalau dia tidak berhasil, pemerintah bisa masuk ke list peserta berikutnya."
Dengan model tender tersebut, Darmin yakin Indonesia akan mampu mendapatkan moda transportasi ideal yang sesuai dengan konteks geografis. Dan tentu saja syarat utamanya tidak akan membebankan APBN baik secara langsung maupun tidak.
Oleh karena itu, proyek yang akan dilaksanakan nanti akan menggunakan skema business to business. Pemerintah pun segera berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menentukan perusahaan pelat merah mana saja yang akan terlibat.
Darmin pun optimis, pilihan peserta akan lebih banyak. " Untuk kereta berkecepatan menengah itu lebih banyak yang bisa mengerjakan ya, tidak hanya negara seperti Jepang dan China," ucapnya.
Kini, masyarakat tinggal menunggu. Sebab, kata Darmin, penyusunan kerangka acuan yang akan dibuat oleh tim bentukan presiden serta pelaksanaan proyek kereta berkecepatan menengah ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun