Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal Neurology menunjukkan fakta terbaru terkait dengan orangtua penderita migrain. Peneliti menyebut orangtua penderita migrain berpotensi dua kali lipat beresiko mengalami gangguan Parkinson.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, migrain merupakan gangguan kepala yang paling umum dialami pria dan wanita. Sedikitnya satu dari sepuluh orang mengalami kondisi yang paling lemah akibat migrain. Sementara aura merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan dan gejala yang terjadi sesaat sebelum dan selama migrain.
" Sekitar sepertiga dari orang yang dapat memprediksi munculnya migrain karena didahului oleh gangguan visual yang muncul, seperti pandangan gelap atau kabur," tulis Institut Kesehatan Nasional seperti dilansir CNN.
Sekitar 5.000 orang berusia 33 hingga 65 tahun terlibat dalam penelitian yang dilakukan selama kurun waktu 25 tahun terakhir. Awalnya orang-orang yang terlibat dalam penelitian terdaftar dalam uji klinis yang dirancang untuk mempelajari perkembangan penyakit jantung di Islandia.
Para peserta kemudian diwawancarai terkait gehala migrain di usia pertengahan hingga lanjut, sekitar 25 tahun kemudian mereka kembali ditanyakan gejala penyakit Parkinson. Selain itu mereka juga ditanya tentang gejala gangguan yang dinamakan Restless Legs Syndrome.
Hasil penelitian dilihat pada subjek penelitian yang melaporkan sendiri gejala-gejala yang dialami, dalam kebanyakan kasus peneliti juga mengkonfirmasi diagnosis dengan melihat catatan medis subjek penelitian.
" Trauma kepala dan masalah neurologis lainnya dapat bermanifestasi dengan gejala mirip penyakit Parkinson dan studi masa depan perlu kontrol yang lebih baik untuk faktor-faktor ini," ucap Dr Michael S.Okun, Direktur Medis National Parkinson Foundation. Untuk itu ia berharap ada studi lanjutan untuk menarik kesimpulan dari hubungan migrain dan Parkinson.
Dibandingkan mereka yang tidak memiliki keluhan sakit kepala, orang dalam studi ini menderita migrain di usia pertengahan memungkinkan mereka dua kali lebih berpotensi menderita Parkinson. Mereka juga lebih cepat melaporkan setidaknya empat gejala umum terkait Parkinson.
Scher, seorang profesor epidemiologi di Layanan Universitas di Maryland, ingin memastikan orang memahami risiko yang sebenarnya dari penyakit Parkinson pada penderita migrain masih sangat rendah. Para peneliti belum mengerti mengapa migrain terkait dengan penyakit Parkinson atau gangguan gerakan lainnya. (Ism(
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya