Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Source: Shutterstock.com
Dream - ASI atau air susu ibu merupakan minuman kaya nutrisi dan sangat sehat untuk seorang bayi yang masih dalam tahap meyusui. Kandungan dalam ASI sudah terbukti bisa menjaga kesehatan bayi agar terhindar dari infeksi dan memperkuat daya tahan tubuh.
Tapi belakangan muncul fenomena ASI juga dikonsumsi beberapa pria dewasa untuk mempermudah pembentukan otot.
Dilansir dari Times of India, tren in dilakukan oleh fitness enthusiast dan body builder agar tubuhnya lebih berotot.
Tren ini dimulai dari sebuah film dokumenter 'Un(well)' yang memperlihatkan bodybuilders mengonsumsi ASI untuk mempermudah pembentukan otot.
Bodybuilder bernama JJ Ritenour mengungkapkan alasan mengonsumsi ASI untuk mendapatkan nutrisi terbaik dan membuat tubuh lebih sehat serta bugar. Dia percaya bahwa mengonsumsi makanan dan minuman seperti bayi dapat membuat pertumbuhannya lebih optimal. Sebenarnya, hal ini bukan pertama kali dilakukan.
Lalu benarkah klaim yang disampaikan tersebut, seberapa sehatkah ASI untuk orang yang sudah bukan lagi bayi?

ASI dikonsumsi agar bayi dapat memperoleh banyak nutrisi dari satu sumber makanan dan mempercepat proses pertumbuhan. Banyak orang beranggapan bahwa ASI akan memberi manfaat serupa bagi orang dewasa.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan dalam ASI memiliki efek terapeutik dan bermanfaat untuk perawatan terhadap virus Covid-19 serta perkembangan vaksin.
ASI dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit Chron, arthritis serta autisme. Ada juga yang menyatakan bahwa ASI lebih mudah dicerna daripada susu sapi, sehingga lebih baik untuk orang dewasa.
Semua paparan tersebut berhasil membuat beberapa pria untuk mengonsumsi ASI. Terutama, yang tidak mengonsumsi steroid serta percaya bahwa ASI dapat memberikan energi lebih untuk tubuh.
Tidak semua makanan atau minuman bermanfaat akan memberikan asupan nutrisi yang tinggi bagi orang dewasa. Meski kaya nutrisi, bukan berarti ASI memberikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh bodybuilder.
Mengonsumsi ASI justru dapat merusak pola makan yang baik. Nutrisi ASI akan dipecah secara berbeda pada tubuh orang dewasa.
Belum lagi, kualitas susu yang didonorkan. Bisa saja, ASI tercampur, terinfeksi atau kurang bersih. Jadi, sebaiknya pertimbangkan baik-baik sebelum mengonsumsi ASI.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan