Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Seorang wanita bermarga Chen di Xianmen, China, mengalami kelainan yang aneh. Dia tidak bisa mendengar suara lelaki.
Dikutip dari laman Newsweek, Senin 14 Januari 2019, malam sebelum kehilangan pendengaran itu, Chen mengaku mual dan telinganya berdengung.
Merasa tak nyaman, Chen memutuskan tidur cepat, dengan harapan bisa meredakan keluhan tersebut. Namun nahas, saat pagi hari, dia tak bisa mendengar suara kekasih yang tidur bersamanya.
Chen sangat terkejut karena tidak bisa mendengat semua ucapan kekasihnya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Qianpu untuk mendapat perawatan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan.
Namun di rumah sakit itu, Chen mampu mendengar semua ucapan dokter perempuan yang menanganinya.
" Dia bisa mendengarku saat aku berbincang dengannya, tapi ketika pemuda itu masuk, dia [Chen] tidak bisa mendengar semua ucapannya," kata Lin Xiaoqing, dokter yang merawat Chen.
Dokter memeriksa gejala-gejala aneh yang terlihat pada Chen. Mereka membandingkan dengan kasus-kasus kehilangan pendengaran lain.
Dokter spesialis mendiagnosa Chen telah kehilangan pendengaran terhadap suara berfrekuensi rendah. Sehingga hanya bisa mendengar suara berfrekuensi tinggi, seperti suara perempuan.
Kejadian ini disebut cukup langka. Hanya terjadi pada satu di antara 13.000 pasien. Dokter menyebut kemungkinan Chen menderita kelainan ini karena stres. Gangguan seperti ini bisa juga disebabkan karena faktor genetika.
Kondisi ini memang sulit untuk didiagnosa, sebab kalangan medis dan pasien kebanyakan tidak terlalu paham bahwa gangguan ini bisa terjadi.
Kepada dokter, Chen memang mengaku baru saja bekerja lembur, sehingga tubuhnya sangat lelah karena kurang tidur dan tertekan.
Dokter Xiaoqing yakin bahwa faktor kelelahan dan stres selama berhari-hari menjadi pemicu kelainan ini. Dia berharap Chen segera pulih dari gangguan yang sangat tidak mengenakkan ini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya