5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Boldsky)
Dream - Di balik kelucuan sandal jepit warna-warni, ternyata tersimpan bahaya apabila dikenakan setiap hari. Sandal jepit diduga menjadi sumber bakteri, virus, dan infeksi jamur, pada kaki.
Selain itu, sandal jepit juga disebut-sebut dapat memperlambat langkah karena tanpa disadari saat memakai sandal jepit langkah menjadi pendek-pendek. Imbasnya dapat menyerang punggung dan pinggang yang ikut terasa sakit.

Dilansir oleh Boldsky, sandal jepit dikategorikan sebagai alas kaki yang berbahaya karena hanya terdiri dari sepotong tipis busa yang memisahkan kaki dari tanah. Sehingga dapat menyebabkan lecet dan lama-kelamaan akan menyebabkan jari-jari kaki menjadi rusak permanen.
Saat terlalu sering memakai sandal jepit, pergelangan kaki dan tumit akan menjadi sakit. Lalu telapak kaki akan mulai mengalami pecah-pecah. Sedangkan bagian buku-buku jari juga dapat lecet yang mengundang bakteri berkembang biak.

Sedangkan tali sandal membuat keseimbangan tidak stabil. Itu berarti risiko tersandung lebih besar dibanding mengenakan sandal lainnya.
Tak hanya itu saja, pemakaian sandal jepit juga disebut tidak dapat memberikan sokongan pada tulang belakang. Sehingga dapat mempengaruhi postur tubuh dan struktur tulang secara keseluruhan.

Itulah mengapa memakai sandal jepit setiap hari dapat menyebabkan sakit punggung.
Tapi... banyak orang yang saban hari memakai sandal jepit hidupnya baik-baik saja. Bagaimana menurut kamu?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?