5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Mi Instan Dengan Banyak Sayuran (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream suka makan mi instan? Praktis, bikin kenyang dan rasanya gurih serta nikmat. Tak heran kalau banyak orang menyukai makanan instan ini. Penting diketahui kalau kandungan natrium dalam produk ini sangat tinggi.
Untuk itu, cobalah mengolahnya dengan cara lain. Mengurangi kadar natrium dan membuatnya jadi lebih bernutrisi. Fiastuti Witjaksono, dokter spesialis gizi klinik RS Cipto Mangunkusumo membagikan trik untuk membolah mi instan jadi lebih kaya gizi.
" Kalau suka makan mi instan, harus bisa mensiasati bagaimana caranya mi instan ini mengandung zat gizi yang cukup," kata Fiastuti.
Mi instan merupakan makanan tinggi kalori tapi rendah zat gizi. Memang ada protein di dalamnya tapi sedikit sekali, serat serta vitamin mineral juga tidak terkandung di dalamnya.
Maka dari itu, dr. Fiastuti menyarankan bagi penggemar mi instan untuk menambahkan sayuran seperti daun bawang, tauge, sawi hijau, atau wortel agar mi instan yang kita santap mengandung serat. Untuk sumber protein bisa menambahkan satu atau dua putih telur bisa juga suwiran ayam.

" Prinsipnya, kita harus menghitung kebutuhan kita dipenuhi dari makanan apa. Kalau cuma makan mi instan saja, enggak terpenuhi," tutupnya.
Saat memasak mi, buang air rebusan sehingga pewarna maupun pengawet di dalam mi hilang " Air untuk merebus mi instan dibuang dulu, supaya pengawet hilang, pewarna hilang," saran dokter yang bergabung dalam Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) ini.
Ketika mi sudah matang dan tinggal ditambah bumbu, Fiastuti berpesan untuk mengurangi penggunaan bumbu di dalam bungkus mi instan. Hal ini agar asupan natrium yang kita santap tidak terlalu banyak.

" Kandungan natrium dalam satu kemasan mi instan itu berkisar 600-1.100 mg. Padahal orang hanya boleh mengonsumsi natrium 2.300 mg per hari, berarti kalau sudah makan satu mi instan sudah hampir setengah terpenuhi kebutuhan natriumnya," tuturnya.
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengingatkan, konsumsi natrium yang berlebihan memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya hipertensi.
Laporan Benekdita/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Masih dalam suasana Idul Fitri dan tetap diberlakukan social distancing karena pandemi Covid-19. Salah satu hiburan yang bikin suasana rumah jadi lebih hangat adalah hidangan lezat.

Jika pekan kemarin penu dengan sajian gurih bersantan, bagaimana kalau kali ini membuat Bakmi Goreng Jawa. Perpaduan mi yang legit dengan bumbu kecap sedikit pedas akan membangkitkan selera makan.
Ingin menikmati bakmi goreng Jawa yang sedap? Coba bikin sendiri di rumah dengan bahan-bahan terbaik. Berikut resepnya.
Bahan:
- 1 bungkus mi pipih, rendam air panas sampai empuk
- 1 buah wortel, kupas dan potong tipis
- 2 batang sawi, cuci dan potong
- 1 butir telur ayam, digoreng orak-arik
- 1 buah tomat, potong kecil-kecil
- 1/2 butir bawang bombay, dirajang
- 2 siung bawang putih, dirajang
- 3 butir bawang merah, dirajang
- 2 sdm saus cabai
- 2 sdm kecap manis
- 2 sdm saus tiram
- Garam dan lada secukupnya
- Air secukupnya
Cara membuat:
- Tumis bumbu yang sudah dirajang sampai harum
- Masukkan irisan wortel dan sawi, masak sampai layu
- Masukkan mie dan telur orak-arik, aduk rata.
- Tambahkan kecap manis, saus tiram, saus cabai, dan garam secukupnya
- Tambahkan sedikit air agar bumbu meresap
- Masak sambil sesekali diaduk sampai semua bahan matang sempurna.
Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?