Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mungkin kamu pernah mengalami mata berkedut atau yang disebut kedutan. Kedutan ini sebenarnya efek dari kelelahan pada mata.
Untuk meredakannya cukup dengan istirahat dan tidur. Namun ada juga kondisi serius yang memicu kedutan.
"Bukan hanya karena lelah, kedutan juga bisa karena blepharospasm, ini merupakan kelainan pada otot saraf," ujar Nashril Ihsan, dokter Spesialis Mata di Klinik Utama Mata JEC Bekasi, beberapa waktu lalu.
Perbedaan mencolok dari kedutan biasa dengan blepharospasm adalah kemunculannya setelah beristirahat. Jika hanya kelelahan, setelah tidur dan memejamkan mata, kedutan bakal menghilang.
Beda dengan blepharospasm, kedutan tetap muncul terus-menerus. Apabila terlalu sering mengalami kedutan, Nashril menyarankan untuk segera memeriksakan ke dokter mata.
"Kalau tidak diketahui penyebabnya, biasanya disarankan untuk suntik. Tapi, harus dikonsultasikan kembali ke neuro-opthalmology. Suntikan berupa botox untuk melemahkan otot biar tidak kedutan, karena itu kan mengganggu sekali," pesannya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking