Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Liputan6.com)
Dream - Ketidakjujuran pasien bisa menjadi petaka bagi para tenaga medis yang menangani virus corona. Mereka tertular virus corona tanpa tahu dari mana asalnya.
Dilaporkan sebanyak 11 dokter di Kota Bekasi, Jawa Barat, tertular Covid-19 dari pasien yang tidak mau jujur dengan kondisi kesehatannya. Empat di antaranya sudah dibolehkan pulang usai menjalani perawatan intensif. Sedangkan enam lainnya menjalani isolasi mandiri karena tidak menunjukkan gejala.
" 11 itu positif hasil swab. Pasiennya itu tidak menyampaikan sama dokter yang memeriksa, bahwa dia ada kontak dengan yang positif dirawat," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bekasi, Komaruddin Askar, dikutip dari Liputan6.com.
Kamaruddin mengatakan 11 dokter yang terpapar terdiri dari dokter umum dan spesialis. " Jadi ada ketidakjujuran pasien di sini ke dokter yang memeriksa," ujar dia.
Atas kejadian ini, Komaruddin mengimbau kepada para dokter dan tenaga medis lainnya agar bekerja secara profesional. Dengan selalu mengenakan APD lengkap, terutama saat bersentuhan dengan pasien.
" Artinya sesuai tingkat di mana dia kerja, harus pakai APD. Entah bekerja di poli, UGD atau di ruang isolasi, tetap pakai APD, baik level 2, 3 atau 1. Dan jangan terlalu sering kontak dengan pasien," imbuh Komaruddin.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Bam Sinulingga)
Dream - Tak henti-hentinya mereka yang berada di garis depan menghadapi wabah virus corona, penyebab Covid-19, selalu mengingatkan pentingnya social distancing dengan cara tinggal di rumah saja.
Salah satunya yang diceritakan oleh dokter Nieza Femini yang setiap hari bertugas melakukan tes swab terhadap para pasien Covid-19 di IGD RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Melalui postingan di Instagram @niezafemini, dokter Nieza mengawali dengan bercerita bahwa dia telah tiga kali ganti Alat Pelindung Diri (APD) pada hari itu, 31 Maret 2020.
" Muter-muter (ambil) swab pasien-pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) IGD RSCM di beberapa tempat supaya gak menularkan dari 1 tempat ke tempat lainnya," tulisnya.
Menurut doker Nieza, mengenakan APD rasanya sangat panas. Tubuhnya berkeringat hingga sekujur badan.
" Napas susah, jarak pandang minim. Gak bisa minum, gak bisa ke toilet," tambahnya.
Dalam kondisi yang seperti itu, dia masih harus konsentrasi supaya tidak salah saat mengambil swab.
" Harus sabar ngadepin pasien yang tiap mau dicoba swab langsung mau muntah," tulis dokter Nieza.
Doker Nieza seolah merasa tidak mampu memakai APD dalam waktu yang lama. Dalam tiga jam saja, dia serasa mau pingsan. Apalagi yang memakai APD selama seharian.
" Makanya yang punya privilage (kesempatan) untuk #dirumahaja itu disyukuri. Gak harus ngadepin keadaan mencekam secara langsung," tulisnya.
Menurut dokter Nieza, menjalankan social distancing dengan bekerja, belajar, atau beribadah di rumah saja itu bukan sebuah siksaan.
" Tapi nikmat dari Allah SWT. Sebisa mungkin gak usah datang ke RS dulu. Karena gue sendiri menyaksikan begitu banyaknya PDP yang ada di RS. Dari yang keadaannya ringan sampai berat. Banyak. Banyak banget," tambah dokter Nieza.
Dokter Nieza juga tidak lupa untuk tetap menyemangati para dokter, perawat, tenaga medis, dan para relawan yang terus berjuang merawat pasien Covid-19 setiap hari.
Dia mengungkapkan rasa salut kepada mereka yang ada di garis depan menghadapi virus corona. Karena sebagian besar harus menjauh dari keluarga sebab tidak ingin menularkan virus corona.
Dokter Nieza berdoa semoga setiap aksi mereka di garda terdepan melawan virus corona dianggap sebagai amal baik di sisi Allah SWT dan selalu mendapat perlindungan-Nya.
" Untuk garda-garda terdepan Covid-19 yang harus ngerawat pasien setiap hari, sampai harus tinggal jauh dari keluarga kare takut menularkan, I SALUTE YOU! May Allah counts every good deeds you make, and may Allah always protects," pungkas dokter Nieza di postingannya.
Sumber: Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya