Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wabah Ebola
Dream - Peneliti Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia, Michelle Baker, menduga menduga sistem kekebalan tubuh kelelawar bisa menjadi kunci masyarakat dunia untuk menangani krisis virus Ebola.
Sebagaimana dikutip ABC International, Selasa 28 Oktober 2014, selama ini kelelawar diduga sebagai pembawa virus Ebola secara alamiah. Baker mengatakan, kelelawar memiliki kemampuan membawa virus dalam jumlah besar tanpa mengalami dampak sampingnya.
"Virus yang tujuan hidupnya adalah untuk bereproduksi, tentu secara alamiah tidak akan membunuh wadah tempat hidupnya secara cepat. Dalam konteks ini, virus Ebola dan kelelawar menemukan ekuilibriumnya," jelas Baker.
Menurut dia, kelelawar hidup dengan Ebola dengan cara mengaktifkan sistem kekebalan tubuh secara konstan. "Yang perlu kita lakukan pada saat ini adalah mempelajari bagaimana kelelawar bisa mentoleransi pengaktifan sistem kekebalan tubuh mereka secara konstan tanpa mengalami efek buruk," kata dia.
Sebaliknya, tambah Baker, sistem kekebalan tubuh manusia baru bisa diaktifkan secara alamiah setelah mengalami kontak dengan virus tertentu. Karena itu, begitu sistim kekebalan tubuh manusia aktif, virus tersebut biasanya sudah menyebar.
"Fungsi utama sistim kekebalan tubuh adalah memusnahkan virus, namun dalam kasus virus Ebola, saat kekebalan tubuh manusia diaktifkan ke tingkat tinggi, justru yang terjadi adalah merusak wadah virus tersebut, yaitu tubuh manusia," tutur Baker.
"Terjadinya pendarahan internal dan eksternal dalam kasus ini, merupakan akibat dari sistem kekebalan tubuh manusia yang merespon virus Ebola secara sangat tinggi," tambah dia.
Karena itu, kata Baker, cara kelelawar merespons virus bisa menjadi kunci solusi mengatasi krisis Ebola saat ini. "Saya menduga masih cukup lama sebelum kita menemukan solusi terapi Ebola," ujar dia.
Sementrara itu peneliti CSIRO lainnya, Dr Kurt Zuelke, menjelaskan penyebaran Ebola dan virus lainnya seperti Hendra, Avian Influenza, dan SARS, merupakan akibat dari kian meningkatnya interaksi manusia dan hewan liar. "Tiga perempat dari jenis penyakit baru saat ini berasal dari hewan liar," jelas Zuelke. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi