Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Melakukan Vaksinasi Covid-19. (Source: Shutterstock)
Dream - Setelah menjalani dua kali vaksin Covid-19, semua orang diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi penguat atau biasa disebut booster. Anjuran tersebut terutama ditujukan kepada mereka yang telah 6 bulan mendapatkan dosis kedua.
Vaksinasi booster bertujuan untuk memperkuat antibodi yang sudah ada di dalam tubuh serta meningkatkan imunitas tubuh. Lalu, seberapa efektif vaksinasi kedua dan ketiga dalam melindungi tubuh dari virus Covid-19?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Iris Rengganis, menjelaskan orang yang melakukan vaksinasi lengkap sebetulnya masih bisa tertular. Namun efeknya dari virus yang masuk ke dalam tubuh relatif tidak separah dibandingkan mereka yang belum melakukan vaksinasi lengkap.
"Tertular (virus Covid-19) tetap bisa tertular, karena vaksin tidak bisa seratus persen (melindungi tubuh dari virus). Apalagi, dengan adanya mutasi. Tapi, vaksin bisa mengurangi jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dan angka kematian," katanya dalam peluncuran Imboost Extra dan Imboost Force Ultimate, Kamis 3 Februari 2022.

Memperoleh vaksinasi semakin penting bagi lansia maupun seseorang yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Kedua golongan tersebut diketahui memiliki imunitas tubuh yang telah menurun di atas 50-60 tahun.
Iris juga memperkirakan bahwa anak di bawah 5 tahun masih rentan terpapar virus mematikan tersebut karena sistem imunitas tubuh belum berkembang sempurna. Sehingga, ketiga golongan tersebut harus lebih berhati-hati terhadap paparan virus Covid-19.
Adapun pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari virus Covid-19 adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga minimal 30 menit sehari, tidur 6-8 jam sehari, mengelola stres, mengonsumsi multivitamin, dan menerapkan protokol kesehatan dengan cara tepat.
Jika telah mengalami gejala Covid-19 selama beberapa hari, sebaiknya lakukan tes swab antigen atau PCR terlebih dulu sembari mengonsumsi obat ringan.
Ketika mendapatkan hasil positif terpapar virus tersebut, kamu bisa melkaukan isolasi mandiri dan mengonsumsi obat. Pastikan kamu tidak berdekatan dengan orang lain yang masih dalam kondisi sehat.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari