Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

17 Juta Bahan Baku Sinovac Dikirim ke Bio Farma, RI Siap Bikin Vaksin Covid-19

Reporter : Nur Ulfa
Rabu, 9 Desember 2020 19:15
17 Juta Bahan Baku Sinovac Dikirim ke Bio Farma, RI Siap Bikin Vaksin Covid-19
Akan mulai diproduksi setelah bahan baku diperiksa BPOM dan MUI

Dream - Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi tempat uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 dari Sinovac. Indonesia juga mendapatkan kesempatan akses pertama untuk pembelian setelah Pemerintah mengupayakan penyediaan vaksin sejak Maret 2020.

Pada tahap pertama, Indonesia mendapat alokasi pengiriman vaksin Covid-19 dari Sinovac sebanyak 1,2 juta dosis yang baru diterima awal Desember yang lalu. Di tahun depan, rencananya akan ada tambahan vaksin sebanyak 1,8 juta dosis dalam bentuk vaksin jadi atau siap disuntikkan. 

Usai pengiriman paket vaksin dalam bentuk jadi, rencananya Indonesia juga mendapatkan 15 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku.

" Bahan baku ini akan dipelajari Bio Farma dalam melakukan produksi vaksin," Kata Menteri Perekonomian, Airlangga Hartato dalam keterangan pers.

Sebelum vaksin tersebut disalurkan kepada masyarakat, Pemerintah memastikan akan melakukan tahap uji klinis yang dilakukan oleh BPOM, Di saat bersamaan, MUI juga akan mengkaji vaksin tersebut sebelum mengeluarkan fatwa.

" Mereka sudah melihat cara pembuatan vaksin di pabriknya di Cina. Dengan begitu diharapkan tinggal menunggu konfirmasi, evaluasi dari fase uji klinis ketiga dan data yang diserahkan oleh SINOVAC ke BPOM," kata dia.

Dari evaluasi dari fase ketiga uji klinis tersebut, Airlangga mengatakan, bahwa BPOM juga perlu mendapatkan seluruh informasi yang diperoleh oleh SINOVAC di seluruh negara di luar Indonesia untuk dilakukan perbandingan.

Hal ini, menurutnya, untuk meyakinkan bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas serta melihat aspek keamanan, baku mutu dan prosentase keberhasilannya.

“ Saat ini mereka menganalisis laporan dan menunggu hasil uji klinis dari di Bandung. Diharapkan ketiga uji klinis ini sudah didapat datanya pada awal desember dan membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk membandingkan data-data dengan negara lain," Kata Airlangga.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 4 halaman

Kabar Baik! 3 Calon Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Lolos Uji ke Hewan

Dream - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, melaporkan sebanyak tiga dari enam bakal vaksin Covid-19 yang dibuat Indonesia sudah menunjukan hasil positif saat dilakukan tes uji coba kepada hewan. Tiga calon vaksin itu hasil pengembangan dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair).

Bambang juga memastikan Indonesia akan terus menjalankan pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mengatasi Covid-19. Selain tiga lembaga tadi, pemerintah juga menggandeng LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

" Perkembangannya boleh dikatakan tiga dari enam tersebut yaitu dari Eijkman, dari Erlangga dan dari UI itu progresnya yang paling cepat saat ini," ujar Bambang, disiarkan channel YouTube Humas Jabar.

Menurut Bambang, tiga calon vaksin Covid-19 buatan Indonesia itu selanjutnya akan melalui proses penyerahan bibit kepada PT Biofarma pada tahun depan. Bio Farma lalu akan menjalankan uji klinis pada manusia dalam tiga tahapan.

Jika dinilai berhasil, Vaksin Merah Putih akan dimintakan izin ke BPOM sehingga bisa digunakan untuk mencegah Covid-19.

Bambang memperkirakan bibit vaksin dapat diserahkan ke Bio Farma pada triwulan pertama 2021. Sehingga diharapkan vaksin bisa diproduksi massal pada triwulan keempat 2021.

" Barangkali sudah bisa mulai dilakukan vaksinasi dengan Vaksin Merah Putih," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Wearable Device dan Drone

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan sejumlah inovasi lain seputar penanganan Covid-19. Seperti gelang wearable device yang terkoneksi dengan gadget.

Alat tersebut dapat digunakan untuk memantau pergerakan pasien positif Covid-19 yang menjalani karantina. Alat itu dapat menunjukkan titik keberadaan pasien secara real time dan terhubung ke GPS.

" Kalau orang itu (pasien OTG) harusnya berada di lokasi A tahu-tahu ada di lokasi C berarti ada pelanggaran dan harus segera dilakukan tidak hanya penertiban tapi tracing," ucap Bambang.

Tak hanya itu, kata Bambang, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 juga mengembangkan teknologi drone untuk pemantauan kerumunan. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kinerja para petugas dalam melakukan pemantauan dan mencegah kerumunan.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Sinovac Tunggu Izin Penggunaan Darurat BPOM

Dream - LPPOM MUI menyatakan fatwa halal untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac belum bisa dikeluarkan dalam waktu dekat meski kajian kehalalannya dinyatakan sudah selesai. Fatwa halal baru bisa diberikan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

" Saat ini, Majelis Ulama Indonesia mengumpulkan informasi detail hasil audit inspeksi pemeriksaan vaksin Sinovac yang kami lakukan pada Oktober 2020 lalu," ujar Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, Lukmanul Hakim, dalam keterangan pers disiarkan YouTube FMB9ID_IKP.

Lukman mengatakan, LPPOM MUI terus berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian Kesehatan serta Bio Farma untuk keperluan penerbitan fatwa halal bagi vaksin Covid-19 yang akan jadi vaksin pertama digunakan di Indonesia.

" Kami juga berkoordinasi dengan Bio Farma dan Sinovac menunggu info lebih lanjut untuk maju ke tahapan berikutnya yaitu tahapan fatwa halal," kata Lukman.

Selanjutnya, Lukman menegaskan MUI berkomitmen penuh untuk mengawal kehalalan vaksin. MUI sendiri sudah menjalankan inspeksi terhadap proses produksi vaksin di kantor pusat Sinovac di China pada Oktober lalu untuk audit aspek kehalalan.

4 dari 4 halaman

Minta Info Tambahan ke Bio Farma dan Sinovac

Hasil audit memorandum MUI telah dikirimkan ke Bio Farma dan Sinovac. Di dalamnya, MUI meminta informasi tambahan sebagai dasar pertimbangan untuk pemberian fatwa halal.

" Audit memorandum kami kirimkan kepada pihak perusahaan (vaksin) terkait untuk meminta info tambahan sebagai pedoman, sehingga proses penetapan kehalalan dapat dilakukan, fatwa halal bisa diberikan," ucap dia.

Meski begitu, MUI tetap menunggu rekomendasi dari BPOM yang dituangkan dalam EUA. Menurut Lukman, EUA yang diterbitkan BPOM menjadi salah satu pertimbangan diterbitkannya fatwa halal.

" Kami juga berharap mendapatkan info resmi dari BPOM soal izin penggunaan vaksin," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar