Banyak Anak Buta Huruf, Pakistan Berguru ke Ponpes Salafiyah

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 12 Maret 2019 19:01
Banyak Anak Buta Huruf, Pakistan Berguru ke Ponpes Salafiyah
Ponpes salafiyah telah banyak memberi pengetahuan bagi masyarakat yang minim akses.

Dream - Pakistan akan menggelar studi banding di pondok pesantren Salafiyah di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 13 Maret 2019. Studi banding tersebut digelar dalam rangka upaya meningkatkan pendidikan non-formal yang berkualitas di Pakistan.

Kepala Penasihat Japan Internasional Cooperation Agency (JICA)-Advancing Quality Alternative Learning (AQAL) Project Pakistan, Chiho Ohashi menyebut, saat ini anak-anak putus sekolah di Pakistan berjumlah 22,8 juta jiwa. Usia anak-anak putus sekolah itu berada di rentang 5 hingga 16 tahun.

Sementara itu, Pakistan juga merupakan negara dengan tingkat buta aksara usia di atas 10 tahun yang tinggi.

“ Dan ini terus meningkat setiap tahunnya,” kata Chiho," dalam keterangan resminya, Selasa, 12 Maret 2019.

Selain kunjungan ke pesantren salafiyah, proyek yang didukung pemerintah Jepang itu juga akan mempelajari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM).

“ Untuk itulah kunjungan ini dirancang untuk belajar membuat kebijakan, standar kurikulum secara efisien pada usia sekolah dasar dan menengah,” ucap dia.

Chiho mengatakan, Indonesia dipilih karena pengalamannya menginisiasi pendidikan non-formal.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama, Ahmad Zayadi menyambut baik inisiasi ini. Zayadi menyebut, proses belajar mengajar yang diselenggarakan di pesantren salafiyah telah menjadi alternatif pendidikan bagi masyarakat yang tidak terjangkau.

" Pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh pesantren salafiyah, selama ini telah melayani program pendidikan bagi masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh layanan pendidikan formal yang ada di negeri ini, melayani yang belum terlayani, reach the unreach, menjangkau yang selama ini belum terjangkau oleh layanan pendidikan formal,” ujar dia.(Sah)

Beri Komentar
EKSKLUSIF - Jawab Jujur Bareng Emil Dardak dan Arumi Bachsin, Suka Ambil Porsi Ekstra Saat Berbuka?