Lagu Iman-Aman-Imun Ingatkan Masyarakat Soal Protokol Kesehatan

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 29 Oktober 2020 15:36
Lagu Iman-Aman-Imun Ingatkan Masyarakat Soal Protokol Kesehatan
Pastikan juga tidur cukup untuk menjaga imunitas

Dream - Libur panjang seperti sekarang akan lebih bijak jika dihabiskan di rumah saja demi mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19. Untuk mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin melakukan protokol kesehatan, 23 presenter televisi merilis video klip lagu 3 Wajib, Aman, Iman dan Imun.

Para 23 presenter tersebut bekerja pada hampir semua televisi swasta maupun TVRI yang bersiaran secara nasional di Indonesia. Antara lain Metro TV, TV One, Kompas TV, Net TV, Inews TV, CNN Indonesia, SCTV, Indosiar, Beritasatu TV, Jak TV, RTV dan MNC TV.

Para presenter secara padu menyanyikan lagu di studio siaran masing masing untuk kemudian dikolase dalam sebuah videoklip berdurasi 1 menit dan 13 detik. Videoklip ini disutradarai oleh Dody Isnaini, anggota Grup Kahitna yang sekaligus pencipta lagu.

Dody dalam pertemuan virtual sekaligus peluncuran videoklip bersama Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan para presenter, Rabu malam 28 Oktober menjelaskan, lagu mars ini memiliki sentuhan pop agar mudah dinyanyikan masyarakat.

“ Kalau mendengar lirik lagu “ tidur cukup itu pasti”, aja, terasa di situ sentuhan popnya. Jadi kalau boleh saya mengatakan ini mars pop. Setelah lagu disetujui, saya melakukan rekrutmen terbuka lewat Instagram. Ada Friska, Kompas TV yang pertama respons Lalu muncul ide baagaimana kalo news anchor saja yang nyanyi,” tutur Dodi.

 

1 dari 7 halaman

Untuk keperluan rekaman, Dody sampai mendatangi satu per satu presenter dengan membawa sendiri perlengkapan rekaman dan menerapkan protokol kesehatan agar benar-benar aman dan terhindar dari penularan Covid.

Dari rencana hanya Senin dan Selasa, ternyata rekaman dan pengambilan video memakan waktu lima hari dari Senin sampai Jumat. “ Berita baiknya, para presenter itu suaranya bagus dan pandai menyanyi,” kata Dody.

Dengan para presenter yang telah dikenal oleh para pemirsa televisi, lagu mars ini akan bisa lebih akrab di telinga masyarakat dan lebih utama pesan di dalamnya mau dijalankan.

“ Apa yang dilakukan teman-teman presenter merupakan bagian bela negara. Yang namanya pahlawan bukan hanya mereka yang mengangkat senjata. Ketika sekarang kita sedang menghadapi ancaman covid-19, maka para dokter, petugas medis, dan juga presenter yang berjuang untuk menyelamatkan bangsa dari ancaman covid-19 adalah juga pahlawan,” kata Doni.

 

2 dari 7 halaman

Para presenter mengaku senang dan bangga bisa ikut terlibat dalam pembuatan lagu Mars Iman-Aman-Imun. Ada keseruan yang dirasakan ketika diminta untuk pengambilan suara dan video.

“ Saya berharap apa yang kami lakukan bisa memberikan kontribusi kepada upaya besar kita untuk melawan penyebaran covid-19,” kata Widya, presenter program Newsline di Metrotv.

Aman, Iman, Imun merupakan salah satu materi kampanye pencegahan penularan covid yang menggabungkan tiga wajib dalam satu rangkaian aktivitas masyarat. Dalam situasi pandemi, publik diajak selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun.

Wajib ketiga adalan menjaga imunitas tubuh sehingga tidak gambang terserang penyakit. Hal ini bisa dilakukan dengan istirahat yang cukup serta makan makanan bergizi dan seimbang.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 7 halaman

5 Kesalahan yang Memperburuk Wabah Corona, Termasuk Jenis Masker

Dream - Setiap orang bisa ikut ambil bagian dalam mencegah persebaran virus corona. Namun di tengah ketidakpastian, kita juga dapat membuat kesalahan dan makin memperburuk keadaan.

Penyebaran virus dapat terjadi ketika seseorang yang positif mengidap Covid-19 menularkan ke orang lain, terutama pada mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah.

Dikutip dari Liputan6.com, berikut mitos yang dapat meningkatkan kasus Covid-19:

1. Kaum muda kebal terhadap Covid-19

Ada kepercayaan populer bahwa virus corona hanya berbahaya bagi orang tua. Namun bulan lalu, sebuah rumah sakit Sheffield melaporkan kematian korban virus corona termuda di Inggris - seorang bayi berusia 13 hari tanpa masalah kesehatan yang mendasarinya.

Lebih dari satu korban telah meninggal dengan gejala virus corona. Total 20 pasien di bawah usia 19 diperkirakan meninggal akibat virus di rumah sakit di Inggris.

4 dari 7 halaman

2. Bahaya telah berlalu

Ilustrasi Nakes Perawat Pasien Covid-19© Merdeka.com

Dengan kematian yang terus menurun yang dilaporkan setiap hari, akan membuat masyarakat terlalu percaya diri.

Tapi Anthony Costello dari Independent SAGE memperingatkan, " Hampir di setiap tempat yang mulai mengendurkan protokol kesehatan dan mengurangi jarak sosial, membuat wabah tersebut kembali muncul."

 

5 dari 7 halaman

3. Cuaca hangat akan menurunkan jumlah kasus Covid-19

Ilustrasi© Shutterstock

Cuaca yang lebih hangat tentu dapat membantu mengurangi tingkat infeksi, karena orang-orang dapat menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan, di mana jarak sosial lebih berkurang dan virus dapat dirusak oleh komponen UV di bawah sinar matahari.

Satu studi di China menemukan bahwa 98 persen penyebaran luar biasa, di mana jumlah infeksi melonjak di atas normal, tercatat di luar ruangan.

“ Iklim mungkin atau mungkin bukan faktor, tetapi kami tahu bahwa penyebarannya mudah di luar ruangan,” kata Gabriel Scally dari Independent SAGE.

 

6 dari 7 halaman

4. Dapat tertular dari seseorang yang memiliki gejala

ilustrasi© Shutterstock

Covid-19 paling sering menyebar melalui tetesan mikro pada batuk dan bersin korban, tetapi ada banyak cara lain yang dapat menyebar dari orang ke orang.

Virus ini dapat bertahan hidup di banyak permukaan selama beberapa hari, dan ada bukti yang menunjukkan bahwa virus dapat bertahan lebih lama dalam kondisi yang lebih dingin dan lebih kering.

Ada juga bukti kuat, orang tanpa gejala adalah pembawa virus yang paling efisien.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Alkitab medis The Lancet mengungkapkan, bahwa partikel virus ditularkan dari subjek yang terinfeksi dalam konsentrasi tertinggi selama lima hari pertama setelah infeksi, ketika mereka sendiri tidak memiliki gejala.

 

7 dari 7 halaman

5. Masker tidak ada bedanya

Ilustrasi© Shutterstock

Saat ini, masker hanya wajib jika menggunakan transportasi umum, tetapi ada bukti kuat bahwa penggunaan yang lebih luas akan mengurangi penyebaran penyakit lebih lanjut.

Jepang telah melaporkan lebih dari 20 ribu orang terinfeksi dan kurang dari seribu kematian. AS, yang memiliki populasi sekitar dua setengah kali lipat, memiliki hampir tiga juta kasus dan 130 ribu kematian.

Perbedaannya, Jepang memiliki budaya memakai masker sejak epidemi Flu Spanyol 1919, sementara di Amerika terjadi protes yang menentang pemakaian masker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the USA mengatakan, berbicara dengan seseorang pun dapat mengeluarkan ribuan tetesan pembawa virus.

" Mengenakan masker kain sederhana dapat secara signifikan memblokir pelepasan tetesan ucapan," kata penulis makalah tersebut.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar