Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal (Kotabogor.id)
Dream - Pemerintah Kota Bogor memutuskan tidak memberlakukan sistem ganjil genap di masa Harpitnas pekan ini akibat libur nasional Isra Miraj yang jatuh Kamis, 11 Maret 2021. Kasus Covid-19 di Kota Bogor yang membaik menjadi salah satu pertimbangannya.
" Kami memutuskan bahwa libur panjang ini ganjil genap tetap tidak berlaku," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dikutip dari Kotabogor.id.
Keputusan ini ditetapkan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor pada Selasa, 10 Maret 2021. Untuk menekan potensi orang berkumpul, kata Bima, akan diberlakukan management traffic dan manajemen kerumunan secara lebih maksimal.
Sementara untuk mengantisipasi tingginya mobilitas khususnya di sektor pariwisata, Bima mengatakan syarat rapid test antigen tetap diharuskan bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata. Juga diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung tempat wisata maupun tempat makan.
" Pembatasan 50 persen terhadap pengunjung di tempat wisata dan rumah makan tetap ada, yang beda cuma tidak ada ganjil genap. Aturan lain tetap berlaku," kata Bima.
Bima mengatakan data kasus Covid-19 di Kota Bogor dalam beberapa pekan ke belakang cenderung menurun. Demikian pula, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga menurun.
Selain itu, peniadaan ganjil genap saat libur panjang juga mempertimbangkan faktor ekonomi. Keputusan ini merupakan relaksasi untuk mendorong pemulihan ekonomi di Kota Bogor.
" Kemarin juga mengamati fenomena di lapangan, terjadi sedikit relaksasi, pergerakan ekonomi yang membaik, dan kunjungan ke pasar membaik karena tidak ada ganjil genap," kata dia.
Lebih lanjut, Bima mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 akan memperketat pengawasan untuk mencegah terjadinya kerumunan ketika sistem ganjil genap ditiadakan. Pengawasan difokuskan pada tempat wisata.
" Kalau masuk Kota Bogor saja sih enggak perlu rapid, tetapi masuk ke tempat wisata harus kantongi negatif rapid antigen," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya