Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Syeikh Ali Al Alakmi, Orang Tertua Di Arab Saudi (Alarabiya.net)
Dream - Syeikh Ali Al Alakmi yang meninggal pekan lalu di Abha, Provinsi Asir, Arab Saudi, dinobatkan sebagai manusia tertua. Dia meninggal setelah mebgalami stroke saat berusia 147 tahun.
Banyak orang bertanya bagaimaan Syeikh Ali bisa hidup selama itu. Ternyata, hal itu bergantung pada gaya hidup Syeikh Ali.
Dikutip dari Alarabiya, Selasa 9 januari 2018, dia melakukan diet khusus soal makanan. Selain itu, Syeikh Ali benci bepergian dengan mobil. Dia bahkan memilih pergi ke Mekah dengan berjalan kaki.

Saat Raja Abdulaziz bin Saud menyatakan Asir menjadi bagian dari wilayah Arab Saudi, Syeikh Ali berusia 38 tahun. Dia mengalami pemerintahan tiga generasi yaitu Ali bin Muhammad bin Aa'id, Abdullah bin Muhammad bin Aa'ad dan Hasan bin Aa'ad.
Salah satu anggota keluarga, Yahya Al Alakmi, mengatakan Syeikh Ali selalu makan biji-bijian organik, gandum, jagung, dan jelai serta madu. Bahan makanan itu diambil dari hasil ladang sendiri.
Dia juga makan daging segar dari peternakannya. Syeikh Ali selalu menolak makan di perayaan tertentu atau makanan olahan pabrik.
Yahya menambahkan, Syeikh Ali tidak pernah meninggalkan Alquran. Tak hanya itu, Syeikh Ali juga tidak pernah mengandalkan orang lain untuk berjalan.

Dia punya seorang putra yang sudah meninggal dan satu putri. Sebelum meninggal, Syeikh Ali pernah berkata tentang kehidupan Abha masa lalu dan sekarang.
" Hidup sangat indah di masa lalu. Sekarang, banyak orang sangat berbeda. Tidak ada satupun yang tersisa dari keturunan saya, jadi saya merasa kesepian di antara orang-orang," kata Syeikh Ali.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun