Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Kacamata dan kontak lensa jadi pilihan mudah mengatasi gangguan penglihatan, seperti minus, plus atau silinder. Namun seiring perkembangan zaman, Lasik bisa jadi alternatif.
Lasik atau Laser Assisted In Situ Keratomileusis ini bisa menyembuhkan gangguan tersebut secara permanen. Meski dikenal ampuh, biaya dan prosesnya membuat masih banyak masyarakat yang batal menggunakan teknik pengobatan ini.
untuk kamu yang ingin menjalani Lasik, perlu harus memenuhi syarat kondisi fisik dan psikis sebagai berikut:
Gangguan Refraksi Stabil
Pada beberapa orang, gangguan penglihatan biasa disebut gangguan refraksi, bisa meningkat seiring pertumbuhan badannya. Apalagi mereka yang masih berusia di bawah 18 tahun.
Ukuran minus, plus maupun silinder masih belum stabil. Terkadang ukuran itu bisa bertambah 6-12 bulan sekali. Sebelum ukuran gangguan pada mata makin meningkat, disarankan untuk memeriksakan gangguan refraksi sebelum dan sesudah Lasik.
" Disarankan untuk berusia 18 tahun. Tapi, kadang orang berusia di bawah 25 tahun pun masih bertambah. Jadi, hal-hal tersebut dipastikan," ujar Sophia Pujiastuti, Founder SILC LASIK Center di Tjikinii Lima, Senin 30 April 2018.
Mata Sehat
Seperti prosedur operasi pada umumnya, pasien Lasik wajib dalam kondisi fisik yang sehat. Tidak hanya itu, pasien juga dianjukan untuk memulihkan terlebih dahulu penyakit turunan yang diidap.
" Kalau mata sedang infeksi, harus dihilangkan dulu infeksinya. Sedangkan, kalau pasien sudah operasi katarak tidak perlu LASIK karena sudah dipakaikan lensa tanam. Jadi, setidaknya minusnya di bawah 1," jelasnya.
Tekanan Bola Mata Stabil
Tekanan bola mata yang stabil memudahkan untuk proses operasi. Ini dibutuhkan karena proses Lasik yang berlangsung sekitar 30 menit membutuhkan bola mata stabil agar laser yang ditembakkan tepat mengenai retina yang bertugas menangkap cahaya.
Ketebalan Kornea Cukup
Ketebalan kornea sangat menentukan bisa atau tidaknya seseorang untuk dioperasi. Lasik hanya bisa dilakukan untuk mereka yang memiliki gangguan mata minus 1-13, silindris 1-5 dan plus 1-4.
" Kita membatasi ukuran minus, plus dan silinder karena terkadang korneanya tidak cukup untuk proses operasi. Makanya, perlu diperiksa ketebalannya terlebih dahulu," jelasnya.
Air Mata Normal
Kondisi air mata yang terlalu kering bisa menyebabkan kendala setelah Lasik karena proses operasinya menyebabkan mata kering. Jadi, sebelumnya dilakukan pemeriksaan air mata sebelum direkomendasikan untuk Lasik.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya