Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Apakah Efektif Penggunaan Face Shield Tanpa Masker? (Foto: Shutterstock)
Dream – Selain masker, belakangan semakin banyak masyarakat yang menggunakan face shield atau pelindung wajah untuk mencegah tertular virus Covid-19. Namun cara mereka menggunakannya berbeda-beda.
Sebagian orang tetap menggunakan masker dengan tambahan face shield. Ada pula yang hanya memakai face shield tanpa masker. Lantas pilihan mana yang efektif memperkecil risiko penularan corona?
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M. Faqih, mengatakan penggunaan face shield tanpa masker justru tidak memberikan manfaat yang besar untuk menekan potensi tertular virus corona.
“ Nggak ada banyak manfaatnya kalau (pakai face shield tapi) nggak pakai masker,” kata Daeng dalam “ Webinar Indonesia Hygiene Forum 2020: Kewaspadaan Ruang Publik & Fasilitas Umum Dalam Menghadapi Tatanan Aturan Baru Pasca PSBB,” Kamis 25 Juni 2020.
Daeng mengatakan face shield bertujuan untuk menghindari semprotan ke muka. Namun, tanpa masker, udara masih bisa masuk ke hidung.
Virus corona diketahui menginfeksi saluran pernapasan. Organ manusia yang berhubungan dengan pernapasan ini adalah mulut dan hidung. Justru yang bisa menghalangi virus masuk ke mulut dan hidung adalah masker.
“ Makanya penggunaan masker itu pasti,” kata Daeng.(Sah)
Dream - Kondisi pandemi corona Covid-19 mengharuskan setiap orang menggunakan masker untuk mencegah penularannya. Menjelang adaptasi kehidupan baru, The New Normal, sejumlah pihak bahkan aktif menyosialisasikan masyarakat yang akan beraktivitas kembali di luar rumah untuk memakain masker.
Ada berbagai pendapat yang menyebutkan terkait efektivitas penggunaan masker atau penutup wajah untuk mencegah covid-19. Kita pun mengenal berbagai jenis masker, seperti masker medis, masker kain, bahkan baru-baru orang mulai beralih menggunakan face shield.
![]()
Banyak orang saat ini mulai beralih memakai face shield (pelindung wajah). Face shield sendiri biasanya terbuat dari lembaran plastik bening yang menutupi seluruh wajah.
Lalu manakah yang kira-kira lebih efektif? Berikut Dream merangkumkan informasinya dari Times of India.

Sebenarnya konsep di balik penggunaan masker adalah untuk meminimalkan risiko penularan virus corona dari pembawa asimptomatik (tanpa gejala). Selain itu, masker juga dapat bertindak sebagai penghalang di ruang tertutup, di mana orang batuk, bersin, tertawa atau berbicara. Masker dinilai dapat mencegah paparan virus secara langsung, namun efektivitasnya tergantung pada bagaimana seseorang memakainya.
Banyak orang yang memakai masker wajah dengan cara yang salah, yang akhirnya membuat masker menjadi tidak efektif. Misalnya dengan menarik masker ketika berbicara, mengenakannya di bawah hidung atau bahkan terus menyentuh lapisan luar masker dengan tangan dan kemudian menyentuh wajah. Hal itu akan meniadakan manfaat dari masker yang seharusnya.
Kondisi ini terjadi juga akibat tidak adanya arahan yang jelas oleh para ahli medis tentang penggunaan kembali masker wajah, meskipun masker kain dapat dicuci dan digunakan lagi.
Berbeda dengan masker medis, face shield (pelindung wajah) bisa menutupi wajah dari kepala hingga ke bawah dagu. Hal ini akan memaksa orang tak menyentuh wajahnya karena memang cukup sulit dilakukan.
Dalam sebuah penelitian yang berjudul " Efektivitas Face Shield (Pelindung Wajah), Terhadap Tetesan Batuk" menemukan bahwa pelindung wajah dapat mengurangi pajanan inhalasi pekerja sebesar 96 persen dalam 18 inci batuk.
Face shield juga terbukti jauh lebih nyaman dan nyaman untuk dikenakan oleh orang-orang bila dibandingkan dengan masker medis yang mungkin membatasi dan tidak nyaman bila digunakan selama berjam-jam.
Keuntungan face shield yang lain adalah dapat digunakan kembali dengan cara membersihkannya secara efektif dengan air dan sabun atau desinfektan. Face shield juga dinilai lebih nyaman digunakan karena orang lain masih dapat melihat ekspresi atau membaca bibir pemakainya.
Penggunaan face shield yang tepat menurut Journal of American Medical Association (JAMA), harus menutupi dagu, harus di luar telinga dan tidak boleh ada celah antara dahi dan perisai kepala.

Efektivitas face shield dan masker medis mencegah terpapar virus corona memang memicu pro dan kontra. Masker medis dinilai lebih pas memberikan perlindungan jika dibandingkan dengan face shield (pelindung wajah). Hal ini dikarenakan masker medis dapat memblokir tetesan virus jika seseorang berdiri di samping atau bersin ke arah seseorang.
Dibandingkan dengan masker, ukuran face shield mungkin juga agak besar untuk dikenakan.
Kesimpulannya, kedua jenis penutup wajah ini sebenarnya bermanfaat untuk mencegah penularan virus corona. Penggunaannya tergantung pada kondisi dan kebutuhan seseorang. Contohnya, jika kamu adalah tenaga medis yang kontak langsung dengan pasien COVID-19. atau di lingkungan perawatan kesehatan, mengenakan face shield (pelindung wajah) mungkin lebih cocok digunakan.
Sebaliknya, masker medis atau kain bisa menjadi alternatif ketika hendak pergi berbelanja bahan makanan dll. Beberapa ahli juga menyarankan untuk menggunakan keduanya untuk perlindungan ekstra.
Pada intinya, untuk mencegah penularan, kita tetap harus memperhatikan untuk mencuci tangan dan menjaga jarak sosial, meskipun sudah mengenakan pelindung wajah dan masker wajah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya