Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menyandang status sebagai ibu baru memang bukan hal yang mudah. Ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari para wanita yang baru melahirkan ini berdampak kurang baik. Berikut ini kesalahan umum yang kerap dilakukan para ibu baru, dikutip Womenitely, Jumat 11 September 2015 :
1. Memaksakan Kondisi Kesehatan
Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan para ibu baru yakni mencoba untuk cepat memulihkan kondisi badan. Berdalih agar cepat beraktivitas terbebani pekerjaan yang menumpuk, para ibu yang baru melahirkan kerap memaksakan kondisi kesehatannya.
Hal tersebut bukan hal yang baik, pastikan tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang cukup. Konsultasi dan pengawasan dokter diperlukan untuk menjaga kondisi badan.
2. Memotong Kuku Bayi
Kuku bayi yang panjang dikhawatirkan dapat melukai kulit mereka yang masih sensitif. Selain menggunakan sarung tangan untuk melindungi kulit wajah tercakar kuku yang panjang, para ibu memilih untuk menggunting kuku.
Waktu yang paling tepat yakni saat bayi tertidur pulas. Jangan lakukan ketika bayi terjaga dari tidurnya, kulit dan kuku mereka masih rawan sehingga mudah terluka.
3. Pesimis pada Kemampuan Sendiri
Hal ini sangat disayangkan, seringkali ibu baru meremehkan kemampuan mereka. Meskipun belajar menjadi ibu tidak mudah namun para ibu baru harus optimis dengan kemampuan diri.
Pikirkan tentang kebutuhan buah hati akan kasih sayang seorang ibu. Ibu yang peduli akan lebih mudah menjalani status barunya dibandingkan ibu yang terlalu takut atau khawatir.
Hilangkan pikiran bahwa Anda adalah ibu yang buruk. Pikirkan kalau Anda adalah ibu hebat yang mencintai anak dan sanggup merawat mereka dengan cinta dan kasih sayang.
Dukungan dari suami dan keluarga inti lainnya dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri Anda.
4. Takut Melibatkan Suami
Siapa bilang mengurus anak hanya tugas istri, para suami juga harus berperan di sini. Para istri berhak meminta suami untuk terjun langsung merawat dan menjaga serta mengikuti perkembangan buah hati.
Sesibuk-sibuknya suami sangat perlu untuk meluangkan waktu memperhatikan buah hati dan mempererat ikatan batin antara ayah dan anak.
Libatkan suami Anda sesering mungkin untuk merawat dan menjaga buah hati.
5. Jangan Terpaku pada Satu Dot
Para ibu baru menggunakan dot untuk membantu menenangkan tangisan para bayi. Namun terkadang tanpa sadar para ibu hanya terpaku pada satu dot yang terus menerus diberikan pada bayi.
Hal ini membuat bayi akan menolak bila diberikan dot yang baru dan membuat kesehatan mulutnya terganggu. Selalu berganti pemberian dot untuk menghindari risiko kesehatan mulut bayi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya