Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Korban Stalking. (Source: Shutterstock)
Dream - Stalking merupakan istilah yang sangat sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang ketika sering memantau kegiatan orang lain.
Meski terkesan wajar dilakukan, stalking pada tingkat yang parah sebenarnya hal yang cukup berbahaya. Bahkan, tindakan tersebut termasuk tindakan kriminal ketika orang yang diawasi merasa terganggu.
Pada tingkat yang mengganggu ini, stalking bukan lagi sekadar mencari informasi tentang orang yang diawasi. Biasanya, para stalker akan mencoba menelepon, mengirim email atau chat terus menerus.
Aksi mereka akan semakin menjadi-jadi ketika tindakannya tidak direspons. Stalker akan berusaha membuntuti, memantau dan sering berada di sekitar korban.
Bahkan, stalker juga tidak segan-segan mencoba menghubungi korban dari teman atau keluarga, memberi ancaman hingga merusak hal yang dimiliki korban.
Dilansir dari Sehatq.com, berikut cara merespons stalker untuk mencegah dan menghentikan tindakan berbahaya.
Jangan terpancing untuk menanggapi apapun perbuatan stalker. Umumnya, stalker akan lebih gencar menghubungi setelah tindakannya direspon.
Jadi, abaikan semua tindakannya dan tetap berusaha menghindari komunikasi dengan stalker.
Memberi tahu orang terdekat
Segera beri tahu orang terdekat untuk mencegah informasi pribadimu sampai ke tangan stalker. Orang terdekat juga bisa melindungimu agar semakin jauh dari jangkauan stalker.
Jangan buru-buru menghapus bukti tindakan stalker. Bila perlu, simpan dan tambahkan waktu serta tanggal kejadiannya.
Hal ini bisa menjadi bukti kuat ketika kamu ingin melaporkan stalker ke pihak berwajib dan mengatasi masalah tersebut melalui jalur hukum.
Mencari bantuan hukum
Sebelum melaporkan stalker ke pihak berwajib, cobalah mencari bantuan hukum dari lembaga hukum atau advokat untuk membantu kelancaran prosesnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya